SURAT PEMBACA EDISI XX

Ralat Berita Jubi

Salam redaksi Jubi

Saya Frans di Abepura,
Senang rasanya kegiatan kami bisa di liput di surat kabar bapak. namun ada salah penulisan redaksi yg kiranya dapat di ralat pada edisi selangjutnya (juga pada pada blog JUBI di https://tabloidjubi.wordpress.com)

Ralat yang dimaksud ialah
1) HUT Paroki Gembala Baik Abepura ialah Ke 75 (bukan ke- 70)
2)Kemudian KPA ialah Komisi Penanggulangan AIDS-KPA (bukan Komite penanggulangan AIDS)
3) Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama Panitia HUT paroki gembala Baik Abepura dengan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Jayapura, bukan dengan KPA Propinsi Papua.
Demikian ralat ini, atas perhatiannya di ucapkan terima kasih

Salam

Fransis Rumlus
Ketua MUDIKA Paroki Gembala Baik Abepura

Salam,
Terima kasih atas ralat yang anda sampaikan. Dengan demikian, setelah dimuatnya surat anda ini, kesalahan penulisan pada berita Tabloid Jubi edisi 18, “Mudika Gembala Baik Peringati Malam Renungan Aids”, telah kami perbaiki.

Redaksi

Pendidikan Gratis, Kapan Ka!!!

Telah tujuh tahun OTSUS di tanah Papua ini berjalan, tapi sampai saat ini masyarakat belum bisa merasakan dampak dari OTSUS. Pendidikan gratis yang selama ini di nanti-nantikan tak juga kunjung terwujud. Walau pun siswa tidak lagi membayar uang SPP tapi masih ada saja uang iuran –iuran lain yang harus di bayar siswa, seperti uang komite sekolah dan sebagainya. Seakan-akan ini hanyalah salah satu cara untuk mengalihkan pembayaran uang SPP menjadi uang komite sekolah, dan itu berarti pendidikan gratis yang selama ini disebut-sebut, belum terbukti, karena kenyataan nya masih ada saja sejumlah iuran-iuran yang harus di bayar oleh siswa. lalu kemana dana OTSUS yang ditujukan untuk pendidikan di Papua?. Lalu bagaimana nasib para siswa yang tidak mampu, walau pun ada beasiswa bagi mereka. Tapi justru yang kebanyakan mendapatkan beasiswa itu adalah mereka-mereka yang masih bisa membiayai pendidikannya. Apakah mereka-mereka ini benar-benar tidak mampu atau hanya hanya mendadak menjadi miskin. Sepertinya pendidikan gratis yang selama ini di impi-impikan oleh masyarakat Papua hanyalah khayalan saja. Karena pada kenyataannya hingga saat ini belum ada sekolah yang benar-benra gratis bagi para siswa. Ataukah memang pendidikan itu harganya mahal?

Benyamin
Sentani

Selamat Datang Partai Lokal di Aceh
Membaca pengumuman partai lokal di Aceh sebagai orang Papua yang juga katanya punya UU Otsus hanya salut dengan kegigihan orang Aceh. Pasalnya mereka berjuang agar Otsus terlaksana dan mereka punya partai lokal yang terdaftar untuk Pemilu 2009. Bagaimana dengan Papua? Yang ada hanya memikirkan uang Otsus dan kalau uang su habis ramai ramai mekarkan daerahnya untuk semua jadi bupati dan gubernur. Begitulah orang Papua yang tidak kompak dan terus membagi wilayah kabupaten sesuai dengan suku dan budaya masing masing. Mau bilang apa kalau orientasinya sudah demikian selamat tinggal Otsus dan kini semuanya tinggal kenangan.

Bastian
Dok V Atas, Kota Jayapura

Kampanye dan Partai Politik

Saat ini gaung kampanye 2009 sudah mulai dibunyikan tetapi belum begitu marak dan ramai. Namun bagi rakyat yang akan ikut Pemilu 2009 sebaiknya memilih wakil rakyat yang selalu berpihak kepada rakyat. Marilah kita kembali mengingat janji-janji kampanye 2004 lalu yang diobral para legislatif sudah dibuktikan atau hanya sekadar janji tinggal janji. Pesanku jangan lagi memilih orang yang salah seperti memilih kucing dalam karung. Pilihlah calon yang anda kenal betul sikap dan perilakunya.

Tomas B
Sentani, Kabupaten Jayapura

Iklan
%d blogger menyukai ini: