Masa Pemilu Dan Kampanye 2009 Bergantung Pada UU NO. 10 TAHUN 2008

JUBI – Masa kampanye bagi setiap Partai politik (Parpol) dan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk pemilu tahun 2009 harus berdasarkan prosedur yang diatur dalam undang-undang nomor 10 tahun 2008.

Undang-undang baru No. 10 Tahun 2008 yang baru disahkan pada 3 Maret 2008 lalu dibuat untuk mengatur tentang tata cara pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selain itu udang-undang ini juga mengatur tentang tata cara pemilihan umum (Pemilu), persiapan-persiapan pemilu dan masa kampanye bagi setiap partai politik yang lolos verifikasi dan terdaftar sebagai anggota.
Dalam undang-undang memberikan penjelasan mengenai apa itu Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilihan umum yang selanjutnya di sebut sebagai Pemilu, adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Repulik Indonesia berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kemudian memberikan penjelasan mengenai mekanisme atau tata cara pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) yang di maksud dalam Undang-undang Dasar Tahun 1945.
Kemudian menjelaskan keberadaan KPU dalam penyelenggaraan pemilu, yang di jelaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum, yang selanjtunya di sebut KPU, adalah salah satu lembaga penyelanggara pemilu yang bersifat nasional, tetap dan mandiri. KPU yang terdiri dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. KPU selain sebagai penyelenggara pemilu tetapi juga sebagai panitia perhitungan suara baik ditingkat provinsi, kota/kabupaten bahkan sampai ditigkat Desa/kampung dari masing-masing daerah.
Hendrik Bertus Bleskadit Ketua KPU Kota Jayapura kepada Jubi Selasa (8/7) di ruang  kerjanya mengatakan undag-undang Nomor 10 Tahun 2008 itu mengatur tentang pemilihan umum anggota DPR perwakilan daerah khususnya  perwakilan rakyat daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Dalam undang-undang baru tersebut pada  pasal 76 dan seterusnya itu mengatur tentang kampanye. Jadi yang dimaksudkan dalam  pasal 76 undang-undang nomor 10 tahun 2008 itu adalah kampanye pemilu itu dilakukan  dengan prinsip bertanggung jawab. Kemudian selanjutnya itu di katakan bahwa kampanye itu dilaksanakan setelah jalur peserta pemilu itu di tetapkan dan masa waktunya yaitu sembilan bulan terhitung pada 12 Juli.
“Jadi di dalam undang-undang ini dikatakan bahwa tiga hari setelah peserta pemilu di tetapkan jadi kalau misalnya tadi peserta pemilu di tetapkan yaitu partai-partai politik yang sudah lolos verifikasi baru di tetapkan tadi malam yaitu ada 34 parpol”,”ujar Bleskadit yang juga dosen Fisip Uncen.
Masa waktunya yaitu sembilan bulan itu, setelah peserta pemilu itu di tetapkan. Jadi kalau misalnya  peserta pemilu yang sudah di tetapkan di tingkat pusat dan daerah maka sudah harus melakukan persiapan  untuk mengikuti dan melakukan kampanye pada saat pemilu nanti.  Selanjutnya berkaitan dengan partai-partai  yang  sudah lolos verifakasi vaktual, baik ditingkat provinsi maupun kota dan kabupaten sudah saat untuk  siap mengiktui pemilu 2009. Dari hasi verifikasi ada  sebanyak  34 parpol,  dari 34 parpol itu,  16 parpol  yang lama dan 18 parpol yang baru.  Mereka di wajibkan untuk mengikuti pemilu, kemudian menyangkut dengan  Persiapan-persiapan pencanangan kampanye untuk mengikuti pemilu sudah mulai di lakukan yaitu mulai terhitung dari hari ini 7 Juli sampai  April 2009. Khusus untuk Provinsi Papua ada 18 Parpol yang siap untuk mengikuti Pemilu.
Kata Bleskadit seharusnya pelaksanaan kampanye sudah berjalan dalam minggu ini namun, mulai dari tanggal  07/07/08 namun karena keterlambatan hasil tingkat nasional maka kegiatan kampanye di mundurkan pada 12 Juli 2008. Dalam minggu ini semua parpol yang sedang melakukan persiapan dan boleh di katakan masa tenang bagi setiap parpol, dan akan melakukan kampanye pada minggu depan.
Jadi secara tidak sengaja pemilu  diundurkan  maka seandainya pemilu jatuh pada tanggal 9 april 2009,  maka waktu efektif yang akan di gunakan untuk melakukan kampanye minimal  21 hari. Mulai dari masa tenang tiga hari sebelum pemungutan suara, jadi mungkin sekitar tanggal 15 bulan juni ini masing-masing  parpol sudah mulai melakukan kampanye. Maka jelas banyak orang akan bertanya kenapa masa kampanye untuk pemilu kali ini  waktunya bisa sampai lama, jawabanya karena pertama itu partai-partai politik  memiliki prinsip dan melakukan kampanye kemudian juga harus menyiapkan  beberapa metode yang akan di gunakan pada saat kampanye. “Ada beberapa metode yang akan di gunakan dalam melakukan kampanye, yaitu metode terbatas, metode yang dilakukan dengan papan, umbul – umbul, menggunakan alat peraga, melakukan kampanye secara terbuka,dan ada rapat-rapat terbuka,”ujar H.B Bleskadit.
Kemudian lanjut Bleskadit, selain masing-masing parpol mempersiapkan metode kampanye apa yang digunakan pada saat melakukan kampanye nanti, ada beberpa hal penting yang harus di persiapkan lagi oleh setiap parpol yang ada. Hal-hal yang perlu di siapkan oleh setiap parpol yaitu sosialisasi program, sosialisasi nilai, yang akan dilakukan melalui melalui beberapa metode yang sudah di persiapkan. menurutnya kegiatan-kegiatan ini sudah harus sudah harus di jadwalkan oleh setiap parpol yang termasuk peserta pemilu dan di sesuaikan dengan daerah yang lain atau daerah-daerah tertentu sehingga pelaksanaan kampanye tidak bertabrakan dan bertepatan dengan waktu yang sama didaerah yang sama maupun di daerah yang berbeda, jadi sudah ada jadwal yang mengatur semuanya.
Beberapa Partai memang sudah tampak melakukan kampanye dengan memasang atribut partai di jalan-jalan utama kota Jayapura. Namun beberapa partai tampaknya masih menunggu isntruksi dari pimpinan mereka. Misalnya,Toto Muhammad Syafri, Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Cabang Partai Golkar, Distrik Heram  Waena, ketika di temui Jubi di ruang kerjanya, belum lama ini mengatakan, Partai Golkar  belum mendapatkan intruksi dari (Dewan Pengurus Daerah) Kota Jayapura. Dan juga Distrik Heram sendiri belum lama baru saja diresmikan juga. Partai golkar yang ada di Distrik ini juga baru dilantik dan diresmikan oleh ketua DPD Kota Jayapura pada  12 Juli  2008. Jadi dalam hal kesiapan untuk menyukseskan Pemilu 2009 nanti memang sudah siap.
“Persiapan yang kami sudah lakukan untuk kampaye dari Partai Golkar sendiri, dalam mensukseskan Pemilu 2009 sudah kami lakukan.  Tapi untuk calon legislatif sendiri sampai saat ini kami di tiga distrik ini sampai sekarang belum ada data yang masuk  karena daerah pemilihan tidak berdiri sendiri. Dalam artian bahwa kami mengupayakan agar Distrik Heram ini bisa mempunyai Data Pemilihan Sendiri (DAPIL). Ternyata sampai hari ini kami belum bisa memiliki data itu sehingga akhirnya kami bergabung dengan  Daerah Pemilihan (Dapil) Umum tiga yaitu  bergabung dengan distrik Abepura sampai Muara tami. Karena Distrik ini baru saja di remiskan,” ujar Toto Muhammad Syafri.
Lebih lanjut Toto menambahkan  kalau soal nama-nama Calon Legislatif itu sampai saat ini belum ada konfirmasi, jadi mungkin satu dua bulan kedepan baru nama-nama itu mungkin baru bisa masuk. Kemudian hal lain Distrik Heram ini memang sudah terbentuk tetapi masih ada perubahan-perubahan yang terjadi di tingkat Distrik sehingga untuk Daftar Calon Kegislatif (Caleg) ini masih melakukan konfirmasi dari tingkat kelurahan dan sampai ke tingkat Distrik. .
Diharapkan untuk Distrik Heram ini paling tidak harus ada tiga orang caleg yang dipersiapkan dan harus memenuhi kriteria yang ada. Namun semua itu sangat tergantaung kepada hak rakyat yang memilih, apakah caleg ini cocok untuk dipilih dari rakyat atau tidak. “Jadi kita tidak bisa memaksakan seorang figur untuk harus duduk di caleg. Saat ini parpol kan ada 34 parpol. Pemilu yang lalu ada 24 Parpol tahun ini tambah 10 parpol lagi. Nah berapa banyak caleg yang siap untuk duduk di caleg. Cuma saat ini kami upayakan supaya apa yang kami targetkan untuk Parpol itu bisa memenuhi syarat artinya tiga maka itu lebih bagus lagi,”tegas Syafri.
Memang lanjut dia pihaknya tidak bisa memaksakan dan membatasi hak seseorang. Jadi  bagi Partai Golkar untuk caleg memang ditargetkan ada tiga calon  di Distrik Heram Kota Jayapura tetapi bukan berarti menutup ruang bagi caleg yang lain tetapi bagi dia siapa saja bisa mencalonkan dirinya asal bisa memenuhi kriteria sebagai caleg asalkan dia bisa di pilih oleh rakyat.
Tetapi kami berharap paling tidak ada tiga kursi yang harus didapat karena melihat Distrik Heram Kota Jayapura  ini sudah besar dan sudah berdiri sendiri dan kami berharap ada keterbukaan dari masyarakat sehingga dengan demikian ada kepentingan-kepentingan dari masyarakat dan aspirasi mereka bisa disampaikan  tetapi itu juga kembali lagi kepada hati rakyat yang memilih dan tidak bisa memaksakan rakyat. Kemudian setiap caleg-caleg yang ada itu tergantung dari setiap partai itu mampu menjualnya ke masyarakat. “Jadi tidak hanya tiga saja tetapi tergantung dari setiap partai itu saja dia mau mencalonkan berapa caleg. Tetapi ada kriteria-kriteria tertentu yang harus di penuhi oleh caleg tersebut penuhi,”tutur Toto Muhammad.
“Menurut saya persiapan bahkan waktu yang di pakai untuk melakukan pemilu ini waktu yang sangat cukup sekali. Jadi bagaimana mengatur jadwal kampanye yang akan di publikasikan melalui media elektronik misalnya televisi nasional. Jadi 34 partai ini secara umum semua harus mempunyai penyusunan jadwal yang bagus dan mempublikasikan masa kampanyenya pada satu media elektronik saja,ujar H.B. Bleskadit menanggapi waktu yang digunakan untuk mempublikasikan kegiatan pemilu. (Musa Abubar)

Iklan
%d blogger menyukai ini: