Dani Kobak : Bayar Kuliah dari Hasil Pungut Sampah

Masyarakat Kota Jayapura, bahkan semua warga harus mengetahui bahwa sampah sangat bermanfaat ketika diolah kembali atau pun didaur ulang.

Sampah tidak semuanya harus dibuang tetapi ada juga yang bisa dimanfaatkan kalau mau dipilah pilah secara baik. Selama ini hanya inisiatif pihak masyarakat sendiri yang mau melakukannya seharusnya peran pemerintah sangat besar dalam menyediakan fasilitas daur ulang sampah.
Banyak warga Kota Jayapura atas inisiatifnya sendiri melakukan pemilahan terhadap sampah baik masyarakat peternak babi di sekitar Perumnas I Waena yang juga memilah milah sampah makanan rumah tangga untuk diolah jadi pakan ternak babi. Bukan itu saja salah seorang wanita paroh baya Ibu Siti Maemunah setiap hari mengumpulkan botol botol plastik di TPA Nafri.

Begitu pula dengan Dani Kobak, salah satu Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Port Numbay, ketika di wawancari saat santai di depan Sekretariat Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (KPMY), belum lama ini mengatakan biasanya sampah yang dikumpul adalah sampah plastik (kantong plastik), kaleng minuman ringan, botol, besi-besi tua dipotong pendek, bahkan sampah-sampah daun juga sesudah di sapu dikumpulkan. “Kemudian batang kangkung, ampas nasi itu semua baginya di kumpulkan.  Pekerjaannya ini sudah dilakukan sejak mulai kuliah dari semester satu sampau sekarang sudah semester tujuh,”ujar Kobak.
Menurut Kobak sampah-sampah ini sangat menolong untuk meringankan biaya selama kuliah di Kota Jayapura. “Karena sampah yang di kumpulkan itu ketika sudah banyak maka di jual per kilo. Hasilnya di gunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Waktu yang di gunakan untuk mengumpulkan sampah tersebut di lakukan pada saat pagi hari sebelum berangkat ke kampus, mulai dari jam lima pagi sampai jam tujuh pagi kembali kerumah kemudian mempersiapkan diri berangkat kekampus, Itu terus di lakukan setiap hari,”tutur mahasiswa semester tujuh ini..

Sampah daun-daun yang ada di halaman rumah atau sekretariat Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (KPMY), karena dia juga sebagai salah satu pengurus dalam komunitas pelajar tersebut. Sampah daun tersebut ketika dibersihkan langsung ditampung pada satu tempat yang kemudian akan di bakar. Selain sampah daun sampah kantong plastik yang dibuang pun dibakar dengan daun tadi, setelah di bakar arangnya, abu dari sampah itu diambil dan di jadikan sebagai pupuk. Pupuk itu digunakan untuk memupuk bunga, dan memupuk tanaman yang lainnya. Bunga yang di rawat pake pupuk itu cukup subur akhirnya ketika di pakai dalam pertemuan-pertemuan dengan Bupati Kabupaten Yahukimo pada saat melakukan kunjungan atau pada saat Ibadah atau pada saat pertemuan-pertemuan lainnya itu disewa. “Bunga ini di sewakan dengan harga yang bervariasi tergantung instansi yang menggunakannya, kadang Rp. 50. 000,-, Rp.100.000,- sampai Rp. 300.000,- ini menjadi masukan bagi dirinya sendiri. Dan sangat membantu menjawab kebutuhan yang di butuhkan. Uang itu digunakan untuk pembayaran Transportasi ke kampus dan juga biaya pembayaran SPP serta foto copy tugas,”ujar Dani Kobak.

“Kemudian ampas atau sisa makanan (nasi dan batang-batang kangkung) itu dikumpul untuk pakan ternak babi. Karena saya sejak masuk kuliah saya sudah beternak babi. Dan babi ini rencana wisuda akan dipotong,” kata Dani Kobak.

Lebih lanjut tegas Dani, untuk gelas plastik  vit, botol vit, kaleng minuman ringan dan juga besi-besi tua di kumpul untuk dijual. Untuk sampah gelas vit dan botol-botol vit serta kaleng kokakola itu di kumpulkan dalam karung sampai banyak. Jadi di kumpul dalam satu karung sampai pas satu kilo baru dijual.
” Satu kilo di jual dengan harga Rp. 10.000,- tetapi kalo lebih dari dua sampai tiga kilo maka harga pun berbeda. Harga yang jelas terjual adalah Rp. 20.000,- sampai Rp. 30. 000,- jadi harganya pun sangat berrvariasi. Waktu yang di butuhkan untuk mengumpulkan kaleng dan botol-botol vit serta besi tua ini membutuhkan waktu dua minggu. Maka dalam satu bulan itu dua kali terjual, jadi di tampung semua sampai banyak barulah di jual,”ujar Kobak.

Selain botol-botol vit tetapi juga botol-botol bir itu juga di jual dengan menimbang beratnya, harganya pun sama satu yaitu terjual dengan harga Rp. 10.000,- tetapi kalau lebih dari satu kilo itu harganya Rp. 15.00.000,- sampai Rp. 20.000,- Ituhasil yang di dapat. Sampah yang dicari ini di kumpul di sekitar daerah belakang expo Kelutahan Waena. Manurut Dani sampah cukup bermanfaat sekali dan ternyata bisa menghasilkan uang kalau mau memanfaatkan dan rajin mengelolanya.

Dikatakanya, terkait dengan kebersihan kota Jayapura dan khususnya di sekitar daerah Abepura Dinas Kebersihan Kota Jayapura harus lebih lagi memperhatikan sampah-sampah yang ada. “Karena kebanyakan sampah plastik dari gelas dan botol vit yang membuat parit sering macet ketika turun hujan. Memang saat ini sudah ada sedikit perhatian dari pemerintah khususnya Dinas Kebersihan kota Jayapura tetapi kita sebagai masyarakat juga harus menyadari bahwa di mana tempat yang pantas untuk membuang sampah. sampah terbanyak yang sering terlihat dan terbuang itu sampah kantong plastik dan sampal botol-botol vit dan botol-botol vit ini yang paling banyak terlihat,”ujar Dani Kobak
Kemudian kata Dani yang paling buruk lagi ia pernah melihat kulit sapi yang dibuang begitu saja pinggiran jalan dan menimbulkan bauh yang tidak enak. Lanjutnya lagi mungkin kedepan petugas kebersihan lebih lagi tegas kepada masyarakat agar ada kesadaran dari masyarakat.

Menurut Dani kalau sudah ada peringatan dari pemerintah pada masyarakat agar jangan membuang sampah lagi  di situ tetapi masih ada sampah yang terbuang disitu maka petugas kebersihan harus memberikan sangsi kepada masyarakat di sekitar daerah tersebut. “Jika itu sudah di tegakan maka saran saya ke depan ada penambahan bak penampungan sampah dan truk sampah,”tegas Dani Kobak.
Tambahnya lagi masyarakat harus menyadari bahwa sampah itu ketika di manfaatkan maka dapat memberi dapat bermanfaat kembali lagi untuk menolong kebutuhan kita selain mejaga kebersihan. Menurutnya sampah itu selain di kumpulkan dan diolah maka tempat di mana kita ada akan terlihat indah dan bersih. (Musa Abubar)

%d blogger menyukai ini: