BLT Untuk RT Miskin Atau Semua Warga?

BLT Untuk RT Miskin Atau Semua Warga? JUBI – Program Kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) atau yang di ebut sebagai Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini khusus di peruntukkan untuk rumah tangga miskin.

Program ini merupakan program dari pemerintah pusat untuk mensejahterakan masyarakat miskin. Penanggung jawab dalam menangani program BLT ini adalah Departemen Sosial (Depsos) bekerja sama dengan Badan Pengelola Statisk (BPS), PT. Posindo, Pemda dan pihak keamanan.
Menurut penjelasan dari Porjan, Kepala Bidang Neraca dan Analisis pada Kantor Badan Pendataan Statistik Provinsi Papua, saat ditemui Jubi di ruang kerjanya dana BLT tahap pertama sudah diberikan pada Juni 2008. Program ini merupakan salah satu program dari pemerintah pusat untuk mensejaterakaan rakyat.
Progaram BLT adalah tanggug jawab pemerintah (Pusat dan Daerah), BPS hanya merupakan pelaksana program. Pemda bertugas untuk melakukan sosialisasi terhadap adanya BLT, dan kemudian masyarakat diminta untuk bertindak jujur terhadap kondisi sebenarnya yang dialaminya. Karena program BLT hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang benar-benar miskin, jadi bukan diperuntukkan untuk semua masyarakat.
Lebih lanjut tegas Porjan sesuai dengan data yang didapat dari pemerintah pusat yang di berikan kepada BPS pada masing-masing daerah yang ada, jelas bahwa program ini sasaranya pada Rumah Tangga Miskin (RTS), di mana setiap RTS memiliki kriteria sebagaimana dalam tabel kriteria rumah tangga miskin.
Sesuai dengan data yang diberikan dari BPS, dari data tabel kriteria diatas diwajibkan kepada setiap RTS minimal harus memenuhi sembilan kriteria diatas dari empat belas kriteria yang ada. Maka akan Rumah Tangga tersebut layak untuk menerima BLT. Namun jika di luar dari ciri tersebut di atas maka RT tersebut tidak layak untuk mendapat BLT.
Rumah tangga yang tidak layak untuk mendapat BLT adalah ; rumah tangga yang tidak memenuhi sembilan dari empat belas kriteria di atas, TNI/PNS/Polri/Pensiunan PNS/TNI/Polri, pengungsi yang diurus oleh pemerintah dan penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap.
Pembagian BLT tahap pertama di setiap kantor Pos kepada masyarakat penerima di Provinsi Papua, khususnya Provinsi Papua masih menggunakan data penduduk melalui Sensus Ekonomi (SE) tahun 2005. Sesuai dengan data SE tahun 2005, jumlah penduduk miskin berjumlah 486.857 orang khususnya di Papua. Namun kenyataannya masih banyak orang yang miskin, karena banyak penduduk yang mampu menerima pembagian BLT tahun ini.
Prosedur pengurusan BLT ini dilihat berdasarkan database pendataan penduduk melalui Sensus Ekonomi pada tahun 2005, kemudian data tersebut di kirim ke PT Posindo untuk mencetak kartu bagi masyarakat penerima BLT kemudian penyediaan dana oleh BLT oleh Departemen Sosial Pusat atau Jakarta yang diserahkan kepada pihak Kantor Pos dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mencairkan dana tersebut dan membagi-bagikannya kepada masyarakat. Namun sebelum masyarakat menerima BLT PT. Posindo mempunyai hak untuk mendistribusikan kartu yang sudah dicetak kepada masyarakat yang layak menerikan BLT.
“Pembagian dana BLT tahap tahun 2008 ini masih menggunakan data SE tahun 2005, belum ada pendataan kembali atau pendataan ulang. Untuk itu BPS saat ini berusaha untuk updating data RTS data-data baru pembagian BLT tahun 2009. Diharapkan pembagian BLT tahun 2009 nanti sudah tidak lagi menggunakan data lama tetapi sudah harus menggunakan data baru tahun 2008,”ujar Porjan.
“Untuk itu saya sangat berharap kepada petugas lapangan yang ditugaskan agar dapat mencermati data RTS tahun 2005 dengan baik agar penduduk yang sebenarnya tidak layak untuk menerima BLT agar dibatalkan. Kemudian yang berikutnya adalah saya sangat berharap ada koordinasi yang baik dengan Bupati, walikota dan jajaran yang ada dibawahnya RT dan RW agar pendataan yang di lakukan boleh berjalan dengan baik” tutur Porjan.
Direncanakan pendataan pada masyarakat penerima BLT tahun 2009 harus di lakukan secara baik. Verifikasi yang di buat harus sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) SIM yang di pegang oleh masyarakat. Verifikasi kali ini melibatkan aprat kampung yang ada, RT dan RW yang ada di masing-masing kelurahan.
Sementara itu menurut Tabroni, staf pegawai Analsis dan Neraca Statistik, mengatakan, data updating RTS-BLT sudah dilaksanakan pada Mei – Juli 2008, pelatihan petugas akan dilaksanakan pada Agustus 2008, pencacahan data akan dilaksanakan pada September – Oktober 2008, pengolahan data pada September – November 2008 dan finalisasinya pada bulan Desember 2008. “Data ini yang akan digunakan untuk pembagian BLT tahun 2009 nanti,”ujar Tabroni.
Tambahnya lagi, saat ini ada tiga kategori yang digunakan dan ditulis pada kartunya, antara lain, Miskin (M) sangat miskin (SM), mendekati miskin (MM). “Tiga kategori ini yang menjadi ukuran dasar bagi masyarakat penerima BLT tahun 2009,”ujar Tabroni dengan nada serius.
Menurut Raimond Manuputy, Kepala Cabang Kantor Pos Abepura, mengatakan khusus untuk penyaluran dana BLT, khusus Distrik Abepura, data yang ada berdasarkan data bese yang diberikan oleh BPS kepada Pos untuk mencetak kartu. “Setelah kartu itu dicetak, pos dikirim kembali pada kantor asal, seperti Kota Jayapura . Jayapura itu terbagi lagi menjadi kabupaten dan kecamatan kemudian dari situ dibagi lagi kelurahan. Jadi kami menangani Distrik Abepura,”ujar Raimond.
Menurut Raimond di Distrik Abepura ini untuk proses pembagian dana BLT ini hanyaah berhubungan lima kelurahan dan empat kampung. “Lima kelurahan itu terdiri dari kelurahan Asano, Awiyo, Waena, Heram dan Hedam. Sedangkan kampung yaitu ; Enggros, Nafri, Koya Koso dan Yoka empat kampung yang di tangani oleh pihak kantor pos Abepura,” ujar Raimond.
Ditabahkan kartu-kartu yang sudah tersalurkan ke masing-masing kelurahan mencapaih 99 % dan dibagikan langsung kepada kepala kampung dan kepala kelurahan. “Dan masing-masing Lurah harus menyerahkan ke RW menyerahkan ke RT dengan…… berita acara. RT juga menyerahkan kepada masyarakat atau kepada setiap kepala keluarga itu sesuai dengan daftar nominasi,” kata Raimond.
Dikatakannya, data nominasi itu berdasarkan data 2005, jadi pihak kantor Pos hanya menyerahkan kartu saja, sehingga proses penyerahan kartu itu sudah dibagi sesuai jadwal jadwal pembayarannya. Kelurahan Awiyo mengambil dananya di kantor Pos Cabang Abepura, Asano ambil di Kelurahan Asano dan sudah ada petugas pos di sana yang siap membagikan, Kelurahan Hedam ambil di Kelurahan Hedam, Kelurahan Yabansai ambil di Kelurahan Yabansai, Kelurahan Waena ambil di Kantor Pos Cabang Waena. “Sedangkan Kampung Yoka itu dibayar di Yoka, Kampung Enggros dan Nafri itu dibayarkan di kantor Distrik Abepura, sesuai dengan permintaan pembayaran dari Kadistrik Abepura. Untuk koya koso nanti akan di bayarkan oleh petugas kami di Koya Koso, dan Enggros ditempat yang bersamaan,” ujar Raimond.
Pembagian dana BLT tahun ini masih berdasarkan data bese tahun 2005, yang dibagi sesuai dengan distrik yang ada. Tetapi saat ini ada kecamatan baru lagi yang baru dimekarkan lain, sehingga datanya masih tercampur belum bisa untuk di publikasikan. “Jadi pembagiannya dibagi dimasing-masing kampung harus sepengetahuan kepala distrik dan persiapan lainnya. Keluarahan yang minta pengambilan dananya di Kantor Pos Abe selama ini. Mekanisme pembayaran ke Kantor Pos yaitu memeriksa KTP dan STNK,”ujar Raimond.
“Saya selaku koordinator untuk dana BLT itu harus berkoordinasi lanjut lagi dengan pihak kantor pos, akhirnya harus koordinasi lebih baik lagi. Tetapi khusus pembayaran harus menyelesaikan masalah,” ujar Raimond.
Petrus Mulena salah seorang warga di Kelurahan Awiyo, ketika di temui Jubi setelah merima BLT, mengatakan dana BLT ini baginya cukup untuk memenuhi keluarga dalam makan sehari – hari saja. “Tetapi untuk kebutuhan yang lainnya terpaksa harus di cari sendiri. Apalagi anak-anaknya semua sudah sekolah,” ujar Petrus Milena.
Ditambahkan saat ini dia sendiri yang mengasuh anak anaknya sebab isterinya telah meninggal beberapa tahun lalu.Petrus mengharapkan tahun-tahun mendatang dananya kalau bisa di naikkan sedikit karena saat ini semua barang hampir naik. (Musa Abubar)

%d blogger menyukai ini: