Ringkasan Umum STOP AIDS NOW! (II)

AlDPProyek Pengembangan Gender di Tanah Papua

Dengan program SAN maka dapat merupakan pengembangan dan bisa memperkaya program sebelumnya, sehingga ada keberlanjutkan program.

2.Melakukan komunikasi langsung secara intensif dengan penerima manfaat.

3.Melakukan pelatihan, pendampingan serta diskusi atau kunjungan secara periodik dengan penerima manfaat dan pihak yang berkepentingan dengan penerima manfaat.

Kegiatan Yang Diajukan oleh AlDP adalah :
a. Diskusi kelompok:
Diskusi dilakukan dengan kelompok Mahasiswi pada periode waktu tertentu.

Diskusi kelompok dibagi dalam 3 thema:
– Pertama bersifat Refleksi yakni untuk berbagi pengalaman dan ketrampilan dalam kehidupan individu dan kelompok.
– Kedua bersifat informatif yakni untuk berbagi pengetahuan tentang HIV_Aids dan Perilaku yang diharapkan dalam mencegah dan mengatasi bahaya HIV_Aids.
-Ketiga, bersifat kampanye dan penguatan Hak- hak perempuan secara umum dalam menghadapi ketidakadilan Gender akibat: kekerasan structural, diskriminasi adat dan intepretasi agama yang keliru.

b. Pembuatan dan distribusi Leaflet, sebagai media informasi menarik mengenai Pencegahan penularan HIV_aids buat perempuan dan juga pengakuan dan penghormatan terhadap hak – hak perempuan.

Diharapkan dari rangkaian kegiatan yang dilakukan dapat memberikan intervensi di tingkat individu mengingat bahwa mahasiswi berada pada usia rentan dalam menghadapi bahaya HIV_Aids dan intervensi di tingkat komunitas mengingat bahwa mahasiswi yang berpartisipasi merupakan bagian dari komponen organisasi intra dan ekstra universiter, dan biasanya bertempat tinggal pada kost – kost mahasiswi serta memiliki beberapa teman yang secara rutin mereka jumpai dan berkomunikasi.

3. Ringkasan Umum Project YPKM
Judul Project : Pendidikan HIV/AIDS Berbasis Jender dan Hak Reproduksi pada Remaja Melalui Media Tarian

Hasil kajian data lapangan menyimpulkan kurang lebih 89% kasus HIV/AIDS telah menginfeksi kelompok usia produktif berusia 15-39 tahun dan hampir 70 % kelompok perempuan remaja telah banyak terinfeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya penyebaran HIV/AIDS adalah masih terjadi ketimpangan jender yang bersentuhan langsung dengan hubungan perempuan dengan laki-laki terutama dalam proses pengambilan keputusan baik dalam berbicara tentang seks dan kondom, serta keputusan untuk hamil. Untuk mengatasi hal ini diperlukan strategi advokasi dan promosi yang dapat memadukan aspek pengetahuan dan sikap terhadap HIV/AIDS, jender dan hak-hak reproduksi perempuan agar mampu mempengaruhi perilaku secara aman dan bertanggung jawab sehingga dapat melindungi diri dan orang lain. Bentuk Kegiatan yang akan dilakukan yakni Pendidikan HIV/AIDS Berbasis Jender dan Hak Reproduksi pada Remaja Melalui Media Tarian. Jenis kegiatan yang akan dilakukan yakni; pertama; mempersiapkan kelompok group tari di Jayapura yang sudah mendaftarkan diri untuk selanjutnya di berikan pelatihan pendidik sebaya tentang HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi. Jumlah peserta/remaja (perempuan dan laki-laki) yang akan dilatih sebanyak 30 orang, hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap HIV/AIDS. Aspek-aspek yang diajarkan berkatan dengan informasi dasar HIV/AIDS, proses pengambilan keputusan dan hak-hak reproduksi, seta gerakan anti kekerasan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal remaja/peserta untuk merumuskan materi atau topik yang dibawakan dalam lomba tarian tradisional papua. Kedua; menyelenggarakan lomba tarian tradisional yang akan dipertunjukkan didepan publik umum. Lomba tarian tradisional ini merupakan sarana efektif kampanye penyadaran HIV/AIDS dan jender bagi masyarakat umum. Salah satu syarat lomba bahwa dalam setiap group diwajibkan 50% perempuan dan 50% laki-laki dengan jumlah peserta masing-masing group maksimal 15 orang. Group tari yang juara akan direkam kembali untuk dibuat dokumentasi dalam cd sehingga dapat dipergunakan oleh pendidik sebaya atau siapa saja yang yang tertarik dalam kampanye HIV/AIDS dan jender di masyarakat termasuk di kampung-kampung apalagi tarian tradisional ini lebih mudah diterima sesuai karekteristik budaya Papua. Kegiatan ketiga; yakni; mendampingi pendidik sebaya dalam melakukan sosialisasi dan kampanye HIV/AIDS, jender dan Hak-hak reproduksi di kelompok remaja atau kelompok masyarakat umum di kota dan dikampung-kampug. Para pendidik sebaya ini akan dibekali cd rekaman tradisional dan materi penyuluhan lainnya yang dapat dipergunakan dalam penyampaian informasi kepada khalayak umum. Dalam kegiatan ini, YPKM akan melakukan pemantauan terhadap kelompok tarian dan kelompok penduduk sebaya. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mempengaruhi pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS dan penegakan hak-hak perempuan dalam proses pengambilan keputusan baik secara seksual, sosial dan terutama penggunaan kondom.

YPKM akan melibatkan anggota koalisi SAN dalam kegiatan awal, seperti Lembaga Pemberdayaan Anak dan Perempuan dan Lembaga (LP3A) dalam menyampaikan pesan-pesan jender dan kekerasan perempuan terutama dalam proses pelatihan dan lomba tarian. Selain anggota koalisai SAN, YPKM akan melibatkan LSM lainnya yang tergabung dalam Foker terutama dalam kegiatan kampanye bersama di hari AIDS se-dunia 1 Desember.

Strategi Komunikasi Yang Berkaitan Dengan Kegiatan/Rangkaian Kegiatan Yang Diajukan
1.Menggunakan media radio dalam mempromosikan antara pesan HIV/AIDS dan jender, dengan mengkemas pesan-pesan sederhana dan dapat mempengaruhi pandangan publik tentang HIV/AIDS sebagai bencana bagi laki-laki “ selamatkan generasi muda dari bencana HIV”. Untuk melakukan hal ini, akan diajak kerjasama pihak radio swasta dan negeri dalam mempromosikannya di publik

2.Membuat CD tarian tradisional dalam kampanye HIV/AIDS. Jender dan HAM. Untuk kegiatan ini akan bekerjasama dengan pihak Departemen informasi dan Komunikasi terutama untuk pengambilan gambar tarian tradisional sehingga hasilnya lebih optimal.

3.Menggerakkan kelompok-kelompok tarian tradisional untuk menggalakkan informasi HIV/AIDS, dan jender dalam setiap pentas baik di Papua dan di luar Papua.

4.Komunikasi perubahan perilaku melalui komunikasi interpersonal dan komunitas

Kegiatan Yang Diajukan oleh YPKM Papua adalah :
a.Pelatihan pendidikan sebaya tentang HIV/AIDS dan jender, lebih dimaksudkan untuk mempersipakan dan membekali personal dan kelompok komunitas dalam pengetahuan dan ketrampilan komunikasi HIV/AIDS dan jender

b.Pertunjukan tarian komtemporer dengan tidak mengurangi gerakan tradisional yang diminati masyarakat umum dalam upaya menyampaikan pesan HIV,jender dan hak-hak reproduksi

Transformatif jender yang akan peragakan dalam kegiatan ini akan menempatkan laki-laki sebagai penginisiatif perubahan pandangan yang keliru terhadap perempuan misalnya perempuan mempunyai hak dan kemampuan negosiasi untuk menolak pasangan yang berlaku kasar dan memaksa untuk berhubungan seks.

Estimasi Penerima Manfaat Yang Diharapkan
a. Jumlah penerima manfaat langsung dari kegiatan pelatihan pendidik sebaya sebanyak 30 orang, masing-masing 15 perempuan dan 15 laki-laki.
b. Jumlah penerima manfaat langsung dari kegiatan lomba tarian tradisional, yakni 224 orang dari 15 group tari, dengan masing-masing 112 perempuan dan 112 laki-laki
c. Jumlah manfaat tidak langsung yang hadir dalam lomba tarian tradisional lebih dari 2000 orang pengunjung.
d. Jumlah penerima manfaat langsung setelah pendidik sebaya melakukan sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat umum selama 1 tahun lebih dari 1.000 orang. (Bersambung)

%d blogger menyukai ini: