Pabrik Pengolahan Betatas Akan Dibangun di Keerom

JUBI– Pemerintah Provinsi Papua tahun ini akan membangun pabrik pengolahan betatas, guna menunjang ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Menurut Asisten II Bidang Aparatur Setda Papua, Drs. HP. Kaisiepo, M.Si, proses pembangunan pabrik tengah dalam masa persiapan, sambil menunggu mesin-mesin pabrik yang dipesan dari luar daerah itu tiba.
“Kita juga sudah bebaskan areal sekitar 10 hektar hingga kepada pembangunan infrastruktur dasar menuju ke pabrik. Kita harapkan semuanya akan bisa rampung dalam waktu dekat,” kata Asisten II kepada wartawan di Swiss Belhotel Jayapura, kemarin.
Menurut Kaisiepo, hasil pengolahan betatas dari pabrik, berupa mie dan biskuit untuk selanjutnya akan didistribusikan di kampung-kampung.
Rencananya betatas yang akan diolah di pabrik ini akan dibeli pemerintah dari petani kemudian diolah menjadi mie dan biskuit dengan tambahan asupan gizi yang cukup.
Distribusi mie dan biskuit ini akan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi para ibu hamil, ibu menyusui sampai kepada anak balita di kampung-kampung.
“Jadi diharapkan hasil pengolahan betatas ini untuk perbaikan gizi penduduk karena kita tahu di Papua ini bukan rawan pangan tapi aneka pangan, namun kita masih rawan gizi. Sehingga melalui kegiatan ini, diharapkan ada perbaikan gizi penduduk terutama pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita kemudian anak SD,” jelasnya.
Kaisiepo menambahkan, selain di Kabupaten Keerom, dua kabupaten yang tengah dipersiapkan untuk pembangunan pabrik pengolahan betatas adalah Merauke dan Jayawijaya.
“Kalau untuk Merauke dan Jayawijaya baru akan kit amulai tahun depan. Untuk tahun ini kita baru mulai fokus di Keerom dulu,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah (PKM), Drs. Kaleb Worembai mengatakan, pihaknya siap membeli hasil panen dari para petani untuk kemudian dioleh ke pabrik.
Ia mengatakan, tidak ada kriteria dalam pembelian betatas.
Betatas petani yang dibeli akan dihargai dengan harga pantas. Yang jelas pihaknya siap untuk membeli hasil rakyat. Dan kalau ditanya apakah ada kriteria pembelian, itu tentu tidak ada. Yang jelas bahwa hasil betatas itu akan langsung dibeli oleh kami. (Anang Budiono)

%d blogger menyukai ini: