Jadikan Danau Sentani Unggulan Wisata Di Indonesia

Jadikan Danau Sentani Unggulan Wisata Di IndonesiaJUBI – Festifal Danau Sentani (FDS) yang di gelar baru-baru ini merupakan suatu momen terpenting dalam memulai pembangunan parawisata di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura.

FDS yang dibuka secara resmi oleh Mentri Pariwisata Ir Jero Wacik sekaligus penandatanganan prasasti sebagai symbol dicanangkanya FDS dalam agenda program tahunan. Hal ini penting agar kegiatan ini bisa masuk dalam callender of event pariwisata di Indonesia.
FDS yang baru pertama kali digelar cukup mendapat respon dari berbagai elemen masyarakat, di mana pada festipal kali ini di ikuti oleh sebanyak 1600 penari dari 24 kampung dari Jayapura serta di ikuti oleh semua lapisan masyarakat dengan memperkenalkan berbagai hasil kerajinan seni, adat istiadat maupun aneka makanan tradisional siap saji. Sesuai dengan kampanye yang dilakukan FDS ini menjual potensi antara lain sejarah, alam dan budaya.
“ Peristiwa hari ini adalah sebuah era baru dalam memulai dan menata kehidupan manusia sebagai pranata social,budaya, ekonomi hukum dan politik dari generasi suku bangsa yang berbudaya dan bermartabat” demikian dikatakan Bupati Jayapura Habel Melkiyas Suwae.S.Sos.
Bagi masyarakat Kabupaten Jayapura festifal kali ini merupakan suatu moment bagaimana menata suatu keparawisataan yang mampu memberikan suatu input bagi masyarakat secara langsung, serta melalui moment ini masyarakat secara umum mampu memperlihatkan semua potensi bukan hanya dari segi parawisata tetapi berbagai potensi sumber daya alam serta kemampuan masyarakat dapat di perlihatkan yang dapat dikelola secara baik untuk memberikan suatu manfaat dalam menata pembagunan secara menyeluruh.
Lebih lanjut Habel mengatakan bahwa, secara khusus bagi suku-suku yang mendiami pinggiran Danau Sentani dengan luas sekitar 110 kilometer persegi dimana terdapat didalammya sebanyak 21 pulau-pulau kecil, hal ini akan memberikan suatu pemandangan yang tersendiri yang didiami oleh masyarakat yang merupakan potensi pariwisata yang patut untuk dikembangkan.
Selain potensi Pariwisata di daerah ini potensi perairan air tawar juga patut untuk diperhitungkan di mana di danau Sentani ini terdapat sekitar 23 species ikan yang dapat dikembangkan, sementara jenis ikan Hew ( Hilitermasentranisensis) adalah merupakan species yang tidak ada ditempat lain yang hanya didapati di danau Sentani.
Sementara itu Gubernur Propinsi Papua, Barnabas Suebu mengatakan bahwa, Papua adalah konsep yang besar, hal ini di sebabkan karena Papua memiliki potensi yang begitu luas dan besar.
“Potensi alamnya yang luar biasa mewakili seluruh ekosistem seluruh dunia, Taman Nasional Lorenz, dari salju alpin ekosistem, sup tropical ecosistem sampai tropical ekosistem, dimana seluruh ekosistem dari bumi ini menyatu di bumi cendrawasih Papua” ungkap Gubernur.
Taman Nasional Lorenz merupakan warisan dunia, sementara disebelah utara di kawasan Mamberamo memiliki species-species yang terkaya didunia baik flora maupun Fauna.
Sementara pegunungan Foja di daerah Sarmi memiliki species burung terbanyak diatas muka bumi ini namun hingga saat ini belum banyak diketahui oleh penduduk di Indonesia maupun dunia.
“ Hal ini merupakan suatu contoh yang sederhana betapa Papua memiliki kekayaan yang luar biasa termasuk danau serta sungai-sungainya” .ujarnya
“ Kita memiliki danau Sentani , dengan lokasinya yang begitu cukup strategis serta terdapat fasilitas-fasilitas pendudukung yang ada disekitarnya serta terdapat bandara sehingga mudah untuk dikunjungi, danau ini tidak ada duanya diindonesia karna dapat secara mudah untuk dinikmati oleh wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang berkunjung oleh karena itu kita memerlukan suatu konsep pembangunan yang menyeluruh dan besar sehingga kita dapat memanfaatkan dan mengolah seluruh kekayaan sumber daya alam yang kita miliki ini “ jelas Suebu.
Selain itu, salah satu kekayaan di Papua yang perlu mendapat perhatian adalah kekayaan keanekaragaman bahasa yang terdiri dari 250 bahasa.
Bahasa adalah merupakan pintu masuk satu-satunya, sehingga dapat memahami kedalaman budaya dari suatu masyarakat. “Anda tidak mengerti bahasa maka anda tidak akan pernah mengetahui budayanya” jelasnya.
FDS ini merupakan festival yang pertama dan ini merupakan suatu awal dari permulaan yang baru, namun untuk kedepannya akan akan diupayakan bagaimana kelanjutan pembangunan pariwisata dengan memberikan bantuan kepada kabupaten Jayapura utamanya dari segi infrastruktur sehingga akan memberikan suatu perubahan dibidang pariwisata khususnya di Kabupaten Jayapura sehingga dapat mempengaruhi serta menarik wisatawan luar untuk mengunjungi Papua yang secara otomatis dapat mempengaruhi perekonomian bagi masyarakat secara menyeluruh.
Keindahan akan alam kabupaten Jayapura khususnya di daerah danau Sentani memang mendapat pengakuan Mentri Pariwisata Jero wacik yang baru pertama kali ini menginjakkan kakinya ditanah Papua.
Senada dengan apa yang dikatakan gubernur bahwa pulau yang besar ini potensinya luar biasa dan seluruh potensi dunia ada disini, keindahan sudah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita baik alamnya, penduduknya, tradisinya serta adat istiadatnya maupun flora dan fauna yang dianugerahkan tetapi apa gunanya semua itu kalau tidak mampu mensejahterahkan rakyatnya.
Yang perlu kita pikirkan sekarang adalah bagaimana cara menggunakan anugrah yang telah diberikan itu untuk mampu memberikan suatu kesejahteraan bagi masyarakat secara umum.
“Pariwisata dan kebudayaan salah satu yang perlu kita dorong. Khususnya di Papua bagaimana supaya segera dapat dipasarkan keluar negri untuk mampu menarik turis untuk menikmati keindahan alam Papua dan bukan tidak mungkin hal ini dapat segera kita laksanakan” ujar Jero wacik.
Melihat berbagai macam tarian serta budaya dan kerajinan-kerajinan yang di perlihat para peserta festival, menurut Jero Wacik, hal tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung pariwisata. Untuk itu, sesuai dengan usulan bupati Jayapura untuk menjadikan kabupaten Jayapura sebagai unggulan pariwisata akan segera ditindak lanjuti dalam waktu dekat dengan mendatangkan Direktur Promosi guna segera mempromosikan danau Sentani di lokasi lain. Bahkan akan segera diuslkan di DPR pusat dimana Danau Sentani dijadikan sebagai unggulan Pariwisata Indonesia.
Lanjut Jero Wancik, melihat apa yang disuguhkan pada festial kali ini, walaupun baru pertama kali ini dilakukan namun boleh dikatakan sangat meriah dan cukup besar yang didukung oleh 1600 penari, dan jika dibadingkan dengan festival-festival di tempat lain, FDS kali ini jauh lebih besar dan semarak.
“Kenali negrimu, cintai negrimu” hal ini merrupakan motto pariwisata, dimana pada tahun ini dicanagkan juga sebagai tahun kunjungan Indonesia 2008, untuk itu menurut Menteri Pariwisata perlu ada kesadaran dari masing-masing diri mengkampanyekan sadar wisata setiap hari.
Upaya semacam ini akan mempunyai suatu pengaruh secara langsung bagi masyarakat karena sektor pariwisata berbeda dengan sektor-sektor lainnya..
“Devisa dari sektor pariwisata yang dibawah oleh para turis lansung diserahkan pada masyarakat, misalnya saja seorang turis jepang yang sampai dibandara sentani otomatis akan menyerahkan rupiah pada sopir taksi, selanjutnya lagi sampai pada suatu rumah makan atau restoran, pihak restoran pun mendapatkan keuntungan kemudian dilanjutkan dengan penginapan atau hotel, room boy pun juga mendapatkan tip, jika hal ini berlangsung beberapa hari semua yen atau dollar yang sudah di rupiahkan sudah menjadi milik masyarakat secara langsung tanpa melalui pengantara namun jika dibandingkan dengan sektor lain tentu banyak langkah-langkah baru sampai pada masyarakat yang melalui APBN hingga APBD,dan berapa yang dapat di nikmati sampai pada masyarakat,” jelas Wacik.
Devisa dari parawisata langsung mengena pada rakyat, pada tahun 2007 Indonesia kedatangan sebanyak 5,5 juta turis mancanegara dengan devisa 5,3 milyar dollar atau sekitar 50 trilyiun dimana semuanya ini mengalir pada masyarakat dan pada tahun ini sesuai target pada Visit Indonesia Year 2008 akan ditargetkan sebanyak 7 juta wisatawan asing dengan target perolehan devisa sebanyak 6,7 milyar Dollar atau sebanyak 61 triliun rupiah, ini devisa dari wisatawan asing belum lagi termasuk dari wisatawan domestik.
Sekalipun sektor pariwisata ini memberikan masukan cukup besar dan langsung pada masyarakat faktor penting yang mememang peranan adalah citra dari suatu daerah perlu dijaga atau keamanan dan kedamaian, keramahan, bersih sejuk, sesuai dari Sapta Pesona harus dijaga dan ini merupakan modal dasar dari pembangunan pariwisata sehingga memberikan suatu kenagan bagi setiap pengunjung dan memberikan keuntungan bagi masyarakat. (Yunus Paelo)

%d blogger menyukai ini: