Suara Pembaca

Minyak Tanah Langka

Sulitnya mendapatkan minyak tanah, adalah salah satu kendala yang kini dialami oleh masyarakat kota Jayapura dan sekitarnya. Bahkan tak jarang bila ada minyak tanah yang masuk ke pangkalan minyak tanah, warga harus rela mengantri untuk mendapatkan minyak tanah. Itu pun kadang hanya sebulan sekali, dan kadang masih ada warga yang tidak kebagian. Sehingga terpaksa sebagian besar warga memilih membeli minyak tanah pada pengecer-pengecer yang ada di pinggir-pinggir jalan walaupun harganya jauh lebih tinggi dari pada harga yang ada di pangkalan minyak tanah.
Seharusnya pemerintah tidak membiarkan para pengecer-pengecer menimbun minyak tanah dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Bukankah sudah ada peraturan pemerintah kalau minyak tanah yang bersubsidi tidak boleh ditimbun untuk kepentingan pribadi. Mungkin bagi mereka yang mampu hal ini bukan lah suatu masalah, tapi bagaimana dengan kami yang tidak mampu. Padahal BBM belum naik tapi para pengecer sudah menjual minyak tanah dengan harga Rp.7.000/liter sedangkan harga di pangkalan hanya Rp.2.700/liternya. Entah berapa lagi harga yang akan mereka tetapkan nanti kalau BBM sudah naik. Saya harap pemerintah segera menertibkan para pengecer-pengecer minyak tanah agar tidak lagi ada penimbunan minyak tanah yang merugikan masyarakat.

Widia
Waena

Batasi Orang Yang Masuk Ke Jayapura

Belakangan ini masyarakat Kota Jayapura, diresahkan oleh aksi sekawanan penjambret yang mulai beraksi di Kota Jayapura. Tentu saja keadaan ini membuat warga masyarakat menjadi was-was setiap ingin bepergian keluar rumah. Mengingat para penjambret ini tak segan- segan melakukan aksinya meski di tempat-tempat keramaian sekalipun. Dan ternyata para pelaku kejahatan ini berasal dari luar Kota Jayapura, mereka sengaja datang ke Jayapura untuk melakukan aksinya ini. Mungkin sudah saatnya pemerintah membuat aturan bagi orang yang ingin masuk ke Kota Jayapura, agar orang yang dari luar Jayapura tidak seenaknya saja masuk ke Jayapura tanpa tujuan yang jelas, seperti yang di lakukan pemerintah derah-daerah lain yang mulai padat penduduknya yang tidak mengizinkan orang dari luar masuk tanpa adanya tujuan yang jelas. Karena selama ini tidak ada aturan yang mengikat bagi orang yang ingin masuk ke Jayapura, sehingga para pelaku kejahatan dengan leluasa keluar masuk ke Kota Jayapura. Mungkin dengan cara seperti ini bisa mengurangi angka kejahatan yang terjadi di Jayapura.

Joshep
Aryoko

Ujian Negara dan Mutu Pendidikan

Saat ini anak anak SD juga mulai ikut ujian negara dan kalau semua anak didik lulus tak menjadi soal tetapi kalau ada yang tidak lulus maka tentu akan mengikuti ujian ulangan. Bagi saya tidak mungkin semua sekolah bisa meluluskan anak didiknya sehingga ke depan banyak anak anak sekolah yang putus sekolah. Bayangkan kalau anak SD sudah tidak lulus ujian negara dan bagaimana nasib mereka ke depan. Memang kita mau mutu pendidikan semakin baik tetapi tidak didukung dengan fasilitas yang memadai tentunya akan menghasilkan anak anak putus sekolah dan pengangguran baru.
Terima kasih atas termuatnya surat ini.

Yotam F
Sentani, Kabupaten Jayapura

Jaga Lingkungan Cegah Bencana

Kini musim hujan sudah mulai tiba lagi, meski kadang kadang ada sedikit sengatan matahari. Untuk itu sebagai warga Kota Jayapura sebaiknya kita harus menjaga lingungan terutama di lereng lereng gunung. Ingat longsor di Timika memakan korban sebanyak 19 orang. Masih teringat peristiwa lomgsor dan banjir di kaki gunung Cyklops yang menghancurkan rumah rumah dan memutusjan jemabatan di Kota Sentani. Semua ini karena ulah manusia dan bukan peristiwa alam semata, kalau daya dukung alam sudah tak mampu lagi maka bencana akan tiba. Sebaiknya mulai saat ini marilah kita menjaga lingkungan hidup agar tidak terkena bencana alam lagi dan memakan korban jiwa.
Sekian surat pembaca ini dan terima kasih kepada redaksi Jubi yang telah memuat surat ini.

Pinehas M
Dok VIII Bawah, Jayapura

Iklan
%d blogger menyukai ini: