Siapakah Yang Memiliki Data Survey Kesehatan Masyarakat Di Asmat?

Jubi – Siapa yang melakukan penelusuran kesehatan masyarakat  di Asmat? Siapakah yang memiliki Data survey kesehatan masyarakat? Dimanakah catatan epidemis masyarakat Asmat?

Resepsi jajaran pemda Asmat bersama dengan Tim Dubes Belgia diadakan di Hotel Pemda Asmat di Agats sekitar Pukul 19.40wit (13 Mei 2008). Bupati Asmat yang diwakili oleh Asisten I Bupati Asmat, Drs Gregorius Tuantana mengucapkan ucapan terima kasih atas kunjungan yang diadakan oleh Dubes Belgia dalam rangka melihat pelayanan kesehatan masyarakat yang telah dilakukan Belgia melalui lembaga Kesehatan MSF (Medicins Sans Frontieres) di wilayah Asmat. MSF telah bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten Asmat dalam rangka meningkatkan mutu kesehatan masyarakat dan peningkatan mutu kehidupan masyarakat pada umumnya kurang lebih 2(dua) tahun berjalan.
Kesehatan masyarakat Asmat beberapa waktu  lalu dilaporkan bahwa tingginya angka penderita penyakit malaria, Diare dan ISPA sangat tinggi disusul dengan penyakit lainnya. Demikian laporan dari ke-2 peneliti Mahasiwa kedokteran (Dr. Honny Setiani, Ph.D dan Dr.Yusniar Hanani D.STP,MKes.) yang sedang menyelesaikan studi S-3 di UNDIP Semarang pada bidang kesehatan lingkungan. Bagaimana dengan interpretasi data kesehatan masyarakat dari MSF? Sesuai dengan Visi dan misi dalam berkarya MSF tidak bisa diwawancarai dan selalu tertutup dengan sistim pemerintahan yang ada, apalagi dengan militer. MSF sebagai lembaga social dan bersifat kemanusiaan, MSF adalah Antimiliter. Setidaknya begitu menurut pengamatan Jubi terhadap beberapa kejadian di wilayah Asmat.  Susah diwawancarai, semoga saja tidak bagi wartawan yang sudah dikenal oleh MSF.
Usaha untuk mengetahui perkembangan kesehatan masyarakat dan interpretasi data kesehatan sulit didapatkan, semoga saja alasan demikian bukan karena MSF tidak memiliki data perkembangan kesehatan masyarakat. Ingin mendapatkan data survey kesehatan masyarakat, namun puskesmas melemparkan ke MSF. MSF diam dan membuat muka baja. Benarkah pasien Malaria atau Diare dan ISPA yang terlalu tinggi di di wilayah Asmat? Ketika Tabloid melakukan konfirmasi ke Kepala Puskesmas Agats bahwa: kesimpulan tersebut salah, artinya tidak benar dikatakan pasien penderita penyakit Malaria, Diare dan ISPA sangat tinggi di wilayah Asmat. Siapa yang memiliki data perkembangan dan hasil survei kesehatan masyarakat  secara benar?
Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat jangan ditanya, lebih parah lagi! Kondisi kesehatan masyarakat semakin menurun, dapat dilihat pada data meningkatnya kuantitas pengunjung sebagai pasien di puskesmas, postu dan polindes di wilayah Asmat.  Data penyakit HIV/AIDS tidak terdeteksi wilayah Asmat, untuk sementara  dilaporkan ada 2 (dua) kasus HIV/AIDS menurut laporan seorang dokter dan ini diperkuat ketika dalam pelatihan Penyakit HIV/AIDS yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di lingkungan  Pemda Asmat dan melibatkan berbagai unsur dan kalangan masyarakat. Dalam pelatihan tersebut juga terungkap bahwa untuk sementara Kasus penyakit HIV/AIDS dapat diketahui di Asmat hanya 2 (dua) kasus sementara gejala klinis HIV/AIDS sudah ditemukan pada pasien dan masyarakat pada umumnya, kata seorang dokter. Semoga saja jenis penyakit serta bahaya kesehatan masyarakat tidak begitu membahayakan kesehatan manusia. Diharapkan janganlah sampai penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya sedang tenang-tenang mendayung di atas air, rawah dan tanah lumpur Asmat.
Semoga saja kunjungan MSF bersama dengan TIM Dubes dapat meningkatkan pelayanan secara terbuka dan terpadu kepada siapa saja di masa-masa mendatang. Demikian pentingnya pemantauan kunjungan kerja ke kampung dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, membantu rakyat kecil dan lemah, menghantarkan manusia menuju peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang sehat, indah dan bahagia serta bebas dari bahaya penyakit dan mampu bertanggung jawab terhadap kesehatan masing-masing orang. Dormoom…..!!! (Willem Bobi)

Iklan
%d blogger menyukai ini: