Festival Danau Sentani Dipusatkan Di Kampung Asei

JUBI– Kampung Asei di Distrik Sentani Timur  akhirnya menjadi pilihan pelaksanaan Pelaksanaan Festival Danau Sentani, Juni nanti di Kabupaten Jayapura yang banyak memperoleh respon positif dari masyarakat khususnya di Kota Sentani.

Berbagai kegiatan nampak dilakukan warga menyambut pelaksanaan festival tersebut bisa dilihat pada  antusiasnya warga dalam penaganan pembersihan pinggiran sepanjang jalan  menuju kota Sentani.
Namun hal ini hanya bahagian kecil mengingat festival yang pertama kali diadakan di Kabupaten Jayapura bertaraf internasional yang diharapkan mampu mendatangkan wisatawan dari mancanegara dan perlu ada kesiapan yang matang dalam persiapan pelaksanaanya..
“Target untuk mendatangkan sekitar 2000 turis dari manca negara adalah sesuatu yang sulit dicapai,”ujar Andre Liem salah seorang pemandu wisata senior di Papua kepada Jubi belum lama ini.
Menurut Andre Liem yang pramuwisata berlisensi Internasional bahwa teman teman turisnya dari Jerman merasa terlalu cepat untuk diekspose dan banyak turis yang juga belum mendengar tentang informasi festival Danau Sentani.
Meski demikian festival ini diharapkan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura untuk memperkenalkan berbagai potensi yang mereka miliki  antara lain ukiran kulit kayu dan potensi alam Danau Sentani. Jika festival ini berlangsung sukses dan memiliki kalender event yang tetap seperti festival Asmat bulan Oktober dan festival Lembah Baliem di bulan Agustus tentu akan memberikan manfaat dan pengaruhi perekonomian masyarakat Sentani. Karena itu perlu persiapan yang dilakukan sedini mungkin demi suksesnya Festival Danau Sentani (FDS) 2008 nanti.
“ Adanya pelaksanaan FDS 2008  nantinya akan memberikan dampak bagi masyarakat guna meningkatkan pendapatan mereka, di mana selama ini Distrik Sentani Timur merupakan daerah yang kerap di kunjungi oleh wisatawan asing khususnya di Kampung Asei, daerah ini sudah cukup terkenal diluar. Mudah mudahan FDS dapat digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat” ujar Jairus Daan Ohee Kepala Distrik Sentani Timur yang di temui Jubi baru-baru ini.
Untuk mensukseskan pelaksaan FDS ini khususnya bagi warga masyarakat Sentani salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan  mengumpulkan para tokoh
masyarakat guna membahas apa yang akan dilakukan menghadapi pelaksanaan FDS tersebut.
Bagi masyarakat Sentani Timur khususnya di Kampung Asei Besar pada umumnya mampu membuat lukisan ukiran di atas kulit kayu kombou serta kemampuan masyarakat lainnya yang dapat diandalkan dan  dapat diperkenalkan serta dijual bagi para wisatawan nantinya.
“Memang bagi masyarakat Kampung Asei sudah sering memdapat kunjungi dari para turis jika mereka datang memakai kapal pesiar atau kapal turis,” ujar Andre seraya menambahkan mereka sudah siap dan sudah terbiasa.
Festival Danau Sentani  (FDS) harus mampu memberikan  kesan bagus dan baik dari hasil karya seni, kehidupan masyarakat, keindahan alam dan perlu ditunjang suatu keamanan yang dapat memberikan jaminan bagi mereka. Ini akan memberikan suatu kesan yang positip sehingga merangsang mereka untuk datang bukan pada saat berlangsungnya festival saja tetapi sewaktu-waktu mereka ini mengunjungi daerah Kabupaten Jayapura dan  ini merupakan suatu potensi pendapatan yang sangat besar bagi masyarakat.
Dengan adanya festival ini  beberapa potensi masyarakat khususnya dari hasil kerajinan seni dapat dikembangkan bukan hanya pada saat tertentu tetapi dapat berkesimambungan dan merupakan suatu mata pencaharian yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“ Pelaksanaaan Festival Danau Sentani ini merupakan ajang untuk meningkatkan  harkat dan martabat dari masyarakat Sentani, serta dapat mengangkat kami dari keterbelakanan dan disini akan dilihat sejauh mana kemampuan masyarakat Sentani untuk mensukseskan pestifal ini”  ujar Simon Pepuho kepala Kampung Nendali Distrik Sentani Timur.
Lanjut Pepuho lokasi Distrik Sentani Timur memiliki cukup banyak potensi dan merupakan lokasi yang terdapat pemandangan pinggiran Danau yang indah dan satu satunya Danau yang terdapat sunset.  dikembangkan selain itu kerajinan-kerajinan masyakat sepeti ukiran kayu, tifa maupun karya seni lainnya cukup mempunyai peluang untuk dapat diperkenalkan bagi masyarakat luar yang nantinya mampu memberikan suatu keuntungan ekonomi secara tersendiri bagi masyarakat sentani timur.
Walaupun pelaksanaan Festifal Danau Sentani cukup mendapat respon positip masyarakat karna dianggap dapat memberikan suatu yang bermakna dan dapat meningkatkan taraf ekonomi dengan menjual berbagai kerajinan mereka namun beberapa faktor penting khususnya dalam persiapan yang dilakukan dalam mensukseskan pestifal tersebut belum sepenuhnya dianggap memenuhi persyaratan mengingat festival yang diadakan ini merupakan suatu momen yang bersifat internasional dan diharapkan dapat menjadi perhatian serius dari wisatawan untuk menjadikan Papua  menjadi tujuan mereka. Wisatawan ini tentu diharapkan  kemabli berkunjung walaupun tanpa ada suatu momen atau festifal sehingga ada suatu pengaruh yang cukup besar dari kegiatan tersebut.
Menghadapi momen seperti ini apalagi festifal yang bertaraf internasional yang diharapkan mampu mendatangkan para wisatawan dan sangat-sangat dibutuhkan keseriusan dalam persiapan, namun secara sepintas apa yang dilakukan kurang begitu antusias dan belum nampak sama sekali.
Walaupun antusias masyarakat begitu besar terlihat dengan maraknya masyarakat yang kerap terjun dalam menagani kebersihan namun dari segi lainnya tidak cukup nampak.
Dapat kita temuii momen yang mungkin tidak sebesar festifal tersebut misalnya kegiatan oleh raga jauh-jauh hari sudah terpasang berbagai atribut berupa baliho  slogan-slogan dalam menyukseskan kegiatan tersebut, namun pada persiapan festifal kali ini hal tersebut tidak cukup nampak, walaupun ada namun terlihat itu sangat minim.
Keberhasilan suatu festival memang bukan ditentukan dengan maraknya spanduk atau balihok – baliho yang bertema kan kegiatan tersebut, namun untuk lebih memperkenalkan pada publik baliho-baliho maupun poster-poster juga sangat dibutuhkan karna lewat atribut tersebut masyarakat luas mampu mengetahuinya atau merupakan suatu informasi bahwa akan diadakan suatu festifal.
Jika hal ini tidak segera mendapat suatu penanganan tentu keberhasilan dari festival ini sesuai yang diharapkan masyarakat tidak akan tercapai.
Selkalipun dapat dilaksanakan namun dapat dipertanyakaan sejauh mana keuntungan yang diperoleh baik pemerintah maupun masyarakat.
Festifal yang yang rencananya akan digelar pada bulan juli yang tinggal kurang lebig 3 bulan kedepan ini yang mengambil tema seputar keindahan  Danau sentani sebaiknya pihak penyelenggara sudah memasang berbagai poster-poster maupun baliho-baliho serta perbaikan infrastuktur dibeberapa dermaga-dermaga pingiran danau sentani, namun hal ini juga belum terlihat, hal ini akan menjadi suatu pertanyaan bagi masyarakat luas sebenarnya apa yang akan ditampilkan pada festifal yang bertaraf internasional tersebut.
Walaupun Danau sentani dengan pemandangan yang cukup indah namun untuk menelusuri daerah-daerah pantai ini membutuhkan alat-alat trnsportasi yang cukup layak, bukan mengandalkan alat transportasi yang kerap digunakan masyarakat seperti motor-motor tempel.
Kelayakan motor-motor tempel ini tentu harus secepatnya dibenahi. Dapat kita lihat motor-mmotor tempel yang menjadi sarana transportasi masyarakat sangat minim dengan pengaman-pengaman dalam perjalanan dan ini akan menjadi suatu pertanyaan bagi wisatawan, walaupun ada yang menggunakan namun sebahagian besar akan takut dengan motor yang hanya seadanya saja.
Menaggapi tentang persiapan tersebut, ketua gapensi kabupaten Jayapura, Ananias kalem yang dihubuingi Jubi mengatakan bahwa untuk melaksanaakan pestifal ini perlu kesiapan yang matang.
“ para wisatawan yang datang  berkunjung ini bukan hanya sekedar melihat-lihat saja lalu pulang tetapi mereka ini tentu mencari suasana yang baru dan ini perlu diberikan suatu perhatian yang serius” ungkap Kalem
Menurutnya bahwa hal yang utama yang perlu diperhatikan dan perlu dibenahi sekarang ini adalah masalah fasilitas misalnya tempat hunian atau hotel, sarana transportasi baik darat maupun yang ada di danau nantinya serta restoran-restoran dan kafe-kafe yang tak kala pentingnya dalam mendukung kegiatan ini.
Jika momen ini ditujukan guna menatangkan para wisatawan tentu dapat diopertanyakan sejauh mana kapasitas wisatawan yang dapat di tampung pada hotel-hotel yang ada sekarang ini, belum lagi wisatawan domestik yang mungkin jauh lebih banyak.
Untuk membuat suatu festifal sebesar ini tempat bersantai didaerah tujuan utamanya dipingiran-pinggiran danau sentani harus ada kafe-kafe, restoran bahkan hotel-hotel sehingga memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. (Yunus Paelo)

Iklan
%d blogger menyukai ini: