Penjual CD Porno dan Pedagang Kecil Diamankan

JUBI – Setelah terjadi operasi dan pergusuran barang dagangan yang biasanya diperdagangan di atas jalan jembatan utama kota Agats oleh pihak Kepolisian yang dibantu oleh SatPol mendapat tanggapan balik dari para pedagang kecil dan penjual lainnya.

Pedagang yang menjual barang dagangan dan nelayan yang menjual ikan hasil melaut serta beberapa penjual kaset CD/VCD bajakan mengadu ke kantor DPRD Kabupaten Asmat beberapa hari lalu. Atas aksi damai tersebut akhirnya Pihak DPRD bersama dengan pihak Polres mengadakan rapat bersama di jajaran Pimpinan daerah yang berlangsung di Ruang rapat Gabungan Kantor DPRD Kabupaten Asmat(17 Mei 2008). Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Bupati, Ketua DPRD Asmat, Wakil Ketua I DPRD, Ketua Komisi C dan nampak juga Sekretaris Komisi B,  Wakapolres, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas PerinDagKop, Kepala Distrik Agats beserta pedagang kecil, nelayan dan hadirin lainnya.
Operasi pembersihan jalan dan jembatan tersebut diadakan atas keluhan dan permintahan sebagian masyarakat Asmat bahwa jalan jembatan Yos Sudarso bukan untuk tempat jual-beli barang (tempat perdagangan). Hal itu diaduhkan ke kepolisian berkaitan dengan penggunaan fungsi jalan yang sebenarnya diperuntukkan untuk lalulintas tetapi difungsigandakan sebagai jalan dan tempat penjualan barang-barang sembako dan barang kebutuhan lainnya oleh para pedagang kecil dan nelayan.
Wakil Bupati, Ketua DPRD, Wakapolres bersama dengan Kepala Departemen Peindustrian perdagangan dan koperasi menyepakati bahwa hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi. Apalagi kondisi penggunaan jalan jembatan sebagai tempat jual ikan, saat musim hujan menjadi licin dan berbahaya bagi penguna jalan ketika melewatinya.
Atas desakan dan tuntutan tidak adanya pasar sebagai tempat jual beli barang maka Pimpinan Daerah kabupaten Asmat mengambil solusi agar membuat pasar baru di lokasi pelabuhan Lama Agats dan mengfungsikan sementara Gudang depan Pelabuhan FERRY Agats agar dipergunakan oleh pedagang sebagai tempat memperjualbelikan barang dagangannya, terutama pedagang pakaian jelas Ketua DPRD Kabupaten Asmat. Sedangkan penjual sayur dan lainnya sementara akan dibangun di lokasi pasar baru yang sementara proses pembangunan fisiknya juga belum selesai 100 persen. Selain itu juga menurut Wakil Bupati bahwa dalam jangka pendek dengan alasan mendesak dapat menggunakan lapangan Yos Sudarso untuk dipergunakan sementara sebagai tempat menjual barang dagangan sambil menunggu tahap penyelesaian pasar baru belum selesai.
Sedangkan para penjual VCD bajakan dan VCD porno diberi peringatan saja dengan alasan kemanusiaan. Alasan kemanusiaan tersebut tidak memperhitungkan bahaya dan risiko yang terjadi seperti VCD porno merupakan akar kejahatan  sex dan faktor keinginan sex manusia meningkat, serta meningkatnya penyebaran penyakit HIV/AIDS. Berbeda dengan Wakil Ketua I DPRD Asmat dan Wakapolres Asmat. Kedua pejabat ini memberikan bahan pertimbangan yang terjadi beberapa hari sebelumnya di salah satu kampung di Atsj Asmat. Seorang Anak perempuan berumur diperkosa oleh beberapa laki-laki (sekitar 6 orang) berumur 12 tahunan hingga anak perempuan tersebut meninggal dunia. Kepala Dinas Perindustrian perdagangan dan koperasi kabupaten Asmat berbicara dari segi perlindungan terhadap konsumen. Timbangnya  ”pilih mana, selamatkan 1 orang penjual atau selamatkan 5 sampai 10 pembeli?”. demikian tanya sesuai Tujuan pokok dan fungsi perindustrian, perdagangan dan koperasi.
Apakah penjual VCD Porno dan kaset CD/VCD bajakan akan dikenakan sangsi sesuai Hukum yang berlaku seperti yang diutarakan Wakapolres yaitu 4 tahun penjara? atau akankah diberikan sangsi ringan saja? Wakapolres secara tegas menyatakan akan menindaklanjuti pelaku penjual VCD bajakan sesuai Undang-undang yang berlaku. Namun mendapat bantahan dan sanggahan dari Pihak DPRD Kabupaten Asmat. DPRD memintah agar pemilik kaset CD/VCD agar jangan diproses secara hukum tetapi dipandang sebagai proses pembinaan. Kalau bisa pelaku (penjual VCD) hanya diberikan peringatan saja. Hal yang sama juga, bahwa bisnis bajakan CD/VCD bajakan boleh berjalan di Asmat namun CD/VCD porno jangan terjadi, demikian pesan dan harapan beberapa anggota Perwakilan Daerah (DPRD) Asmat. (Willem Bobi)

Iklan
%d blogger menyukai ini: