Mudika Gembala Baik Peringati Malam Renungan Aids

Jubi – Penangan penyakit HIV AIDS, masih terus di lakukan melalui berbagai macam kegiatan, dalam pelayanan pengobatan langsung, pemberian kondom dan pelakasanaan kegiatan lainnya.

Mudika Gereja Gembala Baik Abepura bersama pemuda Gereja Kairos kampanye HIV/AIDS dalam sebuah drama dan juga melakukan malam Renungan Aids Nasional di lingkaran Abepura belum lama ini. Kegiatan ini juga dilakukan bersamaan dengan ulang tahun ke 70 Gereja Katolik Gembala Baik Abepura.
Kegiatan peringatan itu dilakukan dengan mendapat dukung dari Komite Penanggulangan Aids (LPA) Provinsi Papua bekerja sama dengan Yayasan Keuskupan Jayapura melalui Koordinator Mery Weyai yang juga bekerja sebagai relawan HIV/AIDS Keuskupan Kota Jayapura.
Kegiatan malam renungan HIV?AIDS ini berlangsung di lingkaran Abepura, dalam bentuk teater yang melibatkan gereja di mana pemerannya i dimainkan oleh Pemuda dan Remaja dari gereja GKI Kairos Abepura dan Mudika Stevanus Paroki Gembala Baik Abepura.
Drama teatrikal ini menggambarkan tentang bagaimana seseorang mendapatkan HIV/AIDS. Dan si korban memperoleh pendampingan melalui konsultasi, konseling dari pendamping. Drama ini semua jelas menggambarkan bagaimana kehidupan seseorang yang terinveksi HIV/ AIDS itu mendapatkan perawatan dan pelayanan.
“Dimana ia harus berkonsultasi kepada dokter, kepada pihak rumah sakit, kemudian akan di wawancarai, oleh dokter,”ujar Mery Weyai.
“Fragmen yang menggambarkan tentang orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS, betapa menderitanya dia, saat mengidap penyakit HIV/AIDS. Sehingga dapat di lihat oleh masyarakat dan juga anak-anak muda yang ada,” ujar Mery.
Selain drama teater juga dilaksanakan Malam Renungan AIDS Nasional (MRAN). MRAN setiap tahunnya di peringati setiap tanggal 14 Mei.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan dalam setahun kali, dan rencana puncak pelaksanaan semua kegiatan MRAN telah dilaksanakan pada 18 Mei 2008 lalu bertempat di halaman Gereja Katolik Gembala Baik Abpeura.
Harapan kedepan, melalui kegiatan-kegiatan seperti ini dapat merubah sikap dan tingkah laku serta tindakan dari seseorang, untuk meninggalkan penyakit HIV/AIDS. (Yunus Paelo)

Iklan
%d blogger menyukai ini: