Pelantikan Kepala Sekolah Diproses, SK Guru Dibiarkan

UBI – Kepala Bagian Badan Kepegawaian Daerah (KaBag BKD) Kabupaten Asmat, Alex Rumbobiar M.Si. di ruang kerjanya menjelaskan “Kami sedang memproses beberapa usulan dari dinas pendidikan dan pengajaran tentang pengangkatan beberapa Kepala Sekolah di Kabupaten Asmat. Setelah proses administrasi selesai maka akan dilantik dan akan ditempatkan sesuai SK penempatan yang diberikan” jelas Ka Bag BKD Asmat kepada Jubi belum lama ini.

Hal ini penting mengingat beberapa waktu terakhir ini ada beredar isu seputar beberapa Guru relokasi dan kepala sekolah serta pengawas sekolah yang belum jelas status penempatan dan tugasnya. Hingga saat ini ada Guru Relokasi yang belum berangkat tugas dan masih berkeliaran di Agats dengan alasan yang beraneka macam mulai dari SK penempatannya, fasilitas, gaji dan tunjangan dan lainnya.
Berbagai Alasan pun dikeluhkan oleh para Guru Relokasi tersebut.
Salah seorang guru di SD YPPGI Atsi mengeluh tentang gaji guru yang tidak lancar, tersendat-sendat dalam memberikan gaji dan tunjangannya. Ada guru sejak diberikan Nota dinas untuk mengajar, namun sampai sekarang gajinya belum dibayar. Fasilitas tempat tinggal/rumah guru dan penyediaan air bersih juga dikeluhkan beberapa guru. Misalnya Sarwoto, S.Pd. dari SD INPRES Pantai Kasuari beberapa waktu lalu dalam acara arahan dan sarasehan bersama wakil Bupati, meminta “ Supaya Guru betah di tempat tugas, rumah dan tempat air (Tanki Air bersih) agar segera direalisasikan”. Kondisi demikian hingga membuat para guru tidak pernah ada di tempat. Biaya transportasi air yang relative mahal antar distrik, kampung dan pusat kota di Asmat menjadi alasan dan permasalahan dalam perhubungan para guru yang akan dan telah bertugas di Asmat. Selain guru dengan surat keputusan (SK) Penempatan Asmat dan Para guru relokasi tahun 2005/2006 dari Kabupaten induk Merauke yang akan diberangkatkan ke tempat tugas di tingkat distrik dan kampung terpencil di Asmat mengajukan keluhan. Keluhan dan permasalahan mulai status Surat Keputusan (SK) Tugas hingga sarana, prasarana guru dan sekolah di tingkat kampung serta permasalahan teknis lainnya dianggap tidak ada respon dari dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Asmat. “Alokasi Dana gaji Guru yang telah dianggarkan beserta tambahan penghasilan guru pertahun adalah 39Milliar (tahun 2008), Biaya Operasional sekolah dan kepala Sekolah sudah ada namun belum cairkan adalah Sebesar Rp. 971Juta,” demikian jelas Kepada Wartawan di Asmat. “Dana operasional sekolah dan operasional Kepala Sekolah tersebut belum dicairkan dan masih menunggu acara pelantikan Kepala Sekolah yang baru, “jelas KaSubbag Keuangan dan Program Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Asmat, Iriane Nelty, S.E. diruang Kerjanya.(Willem Bobi)

%d blogger menyukai ini: