PACE Bertekad Perjuangkan Seni Budaya Papua

JUBI-Papua yang memiliki 57 kelompok etnis dan 252 macam bahasa dengan adat istiadat seni budaya yang unik dan beranekaragam merupakan potensi yang luar biasa bahkan tidak ada yang bisa menyamai dibanding daerah lain di indonesia ini.

Hal tersebut membuat PACE (Papua Art Centre Entertainment) yang bermarkas di Jakarta ini bertekad akan konsisten mengembangkan dan melestarikan potensi tersebut dengan menggandeng seniman putra putri Papua.
Yayasan PACE sebuah lembaga seni budaya tanah papua yang didirikan oleh komonitas Pace yang lahir dari generasi muda papua yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap pelestarian dan pengembangan seni.
Ketua yayasan PACE, Jefrri Z. Nendissa kepada wartawan mengungkapkan kalau, keberadaan yayasan ini merupakan inisiatif untuk menyelamatkan dan memberdayakan kekayaan ragam seni budaya dengan mengembangkan potensi SDM muda tanah papua melalui berbagai kegiatan seni.
Untuk periode satu mendatang hingga 2008-2009 yayasan ini mempunyai program kerja yang akan diselenggarakan secara berkesinambungan yakni, workshop, pentas seni, festival, revitalisasi seni tradisi sastra lisan, seminar dan diskusi seni budaya papua.
“Untuk pelaksanaan program tersebut yayasan pace bekerjasama dengan komonitas seni Sanggar Honai, Dewan Kesenian Jakarta, Taman Ismail Maezuki, MRP, Forum Apresiasi Seni Pertunjukan serta beberapa sponsor sebagai media partner” terang Jefrri kepada JUBI di hotel Humboldbay Jayapura. (Anang Budiono)

Iklan
%d blogger menyukai ini: