Klinik Karya Rahmat Dibangun Dari Sebuah Pengalaman

JUBI-Kalau dulu Puskesmas dibangun oleh pemerintah di kantong-kantong masyarakat yang dirasakan masih kekurangan fasilitas penunjang kesehatan. Saat ini keberadaan jasa layanan kesehatan selain Puskesmas banyak juga berdiri klinik-klinik kesehatan baik yang dikelola oleh perorangan maupun pemerintah itu sendiri. Salah satunya adalah Klinik Karya Rahmat yang berdiri di pertigaan strategis Jalan Veteran No 1. Abepura, eks pasar baru.

Klinik Karya Rahmat yang dimiliki oleh H. Arifin Dg. Manrapi yang telah diresmikan pada tanggal 19 April lalu dan secara operasionalnya direncanakan pada 1 Mei 2008 ini mempunyai visi ingin menjadi mitra kesehatan pemerintah dan menjadikan pilihan masyarakat melalui pelayanan medis profesional yang prima berdasarkan kemanusiaan. Dan misinya adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang holistik, unggul efisien dan efektif yang berwawasan nasional. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat kelas bawah serta menyediakan sarana dan prasarana penunjang dengan mempertimbangkan ilmu pengetahuan dan tehknologi agar mampu bersaing di era globalisasi.
“Kami menyediakan pelayanan kesehatan 24 jam dengan klinik spesialis, klinik bersalin, apotek serta fasilitas tambahan lainnya. Kami membawa motto tolong dulu, urusan belakang dengan layanan prima namun tetap terjangkau. Karena pada dasarnya layanan kesehatan yang baik adalah ditolong dulu meskipun pada urusan belakangnya terkadang sering mengalami masalah yakni pada pembayaran” tutur H. Arifin, pengusaha yang juga penasehat pada KKSS wilayah Abepura.
Menurutnya klinik ini mempunyai ruangan ekonomi dua buah yang masing-masing ruangan terdapat 6 unit tempat tidur yang dilengkapi AC, kamar mandi dan TV. Untuk ruangan kelas 1 sebanyak 6 unit dengan 10 tempat tidur yang masing-masing terdapat AC, TV serta kamar mandi di dalam. Kemudian pada ruangan VIP sebanyak 5 unit dengan 5 tempat tidur yang setiap kamarnya terdapat kulkas, sofa, rest, lemari pakaian serta kamar mandi.
Seperti juga pembangunan puskesmas di tiap kecamatan memiliki peran yang sangat penting dalam memelihara kesehatan masyarakat. Apabila berfungsi, maka akan mampu memberikan pelayanan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Sementara itu, Asisten Direktur Klinik Karya Rahmat, drg. Eddy HS.Mkes saat ditemui JUBI pekan lalu mengatakan kalau pihaknya tidak ingin mengumbar janji muluk-muluk bagi masyarakat. Sebab klinik ini meskipun sudah diresmikan pada 19 April lalu namun baru beroperasi pada 1 Mei.
Pada dasarnya pembangunan kesehatan merupakan tanggungjawab berbagai pihak serta didukung dengan pendanaan yang memadai. Namun atas kepedulian yang kini diwujudkan dari masyarakat atas komitmen yang kuat maka hal ini diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah.
“Klinik ini merupakan bentuk pelayanan medis bukan pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya kalau pelayanan medis berhubungan langsung dengan pasien yang sakit untuk ditangani secara medis, sementara kalau pelayanan kesehatan dapat berupa bentuk sosialisasi maupun informasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan bersih yang biasa dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat maupun instansi teknis” tuturnya.
Klinik yang mempunyai 4 ruangan dengan nama yang tidak asing lagi di telinga masyarakat yakni, ruangan dahlia, lili, matoa dan pinang.
Selain itu pada ruangan pintu masuk klinik ini juga ada white board untuk daftar list pasien yang dirawat dan nama ruangan serta dokter yang menangani. (Anang Budiono)

%d blogger menyukai ini: