Perempuan Di Mimika Urutan Pertama HIV/AIDS

JUBI, Timika – Dari jumlah kasus HIV/Aids di Kabupaten Mimika per 12 Desember 2007 yang menunjukan angka fantastic 1.176 kasus menurut data Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Mimika, perempuan masih unggul dengan jumlah 543 kasus perempuan dengan HIV dan 54 perempuan dengan kasus Aids, totalnya adalah terdapat 572 kasus perempuan di mimika dengan HIV/Aids.

Jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada laki-laki yang berada dengan jumlah 505 kasus laki-laki dengan HIV dan 64 kasus laki -laki dengan Aids dan komulatif untuk kasus laki-laki dengan HIV/Aids adalah 572 kasus. Angka yang bukan main-main lagi. Dari jumlah tersebut, maka kasus yang terinfeksi menurut factor resiko tertinggi melalui heteroseks dengan jumlah 1085 kasus,tertular melalui homoseks dengan angka 1 kasus, 23 kasus tertular melalui neonatal, 4 kasus tertular melalui Paparan, 1 kasus melalui transfuse darah, dan 62 kasus tidak diketahui penyebab tertularnya. Jika dilihat menurut golongan umur, maka usia produktif justru lebih banyak yang terinfeksi HIV/Aids. Dengan angka 476 kasus pada usia produktif yang berkisar antara umur 25 tahun sampai 34 tahun.
Artinya umur produktif yang sangat diharapkan dapat berbuat banyak menjadi sirna karena sudah terinfeksi penyakit mematikan ini. Mimika sebagai daerah perusahaan yang terdiri dari kemajemukan budaya dan berasal dari berbagai suku dan ras sangat mempengaruhi lajunya tingkat penyebaran kasus HIV/ Aids di dalam rumah tangga. Banyaknya migrasi kelas pekerja yang datang mengaduh nasib di tanah Papua ini merupakan factor pendorong kecepatan tinggi lajunya virus ini kepada rumah para ibu tangga dari kelas pekerja di Kabupaten Mimika ini. Betapa tidak angka 253 kasus bagi kaum ibu rumah tangga ini menjawab tesis kita tentang tingginya penderita HIV/Aids pada tingkatan ibu rumah tangga di negeri dolar ini.
Lajunya perkembangan virus ini seperti dengan kecepatan tinggi mobil melalui jalan tol jagorawi, tidak ada yang bisa menahannya selain mengantisipasinya. Renol anggota KPAD kabupaten Mimika memperlihatkan perkembangan virus ini berdasarkan tahun selalu meningkat. Misalnya, kasus yang ada pada tahun 1996 menunjukan angka 4 kasus dan sepeluh tahun kemudian 2007, menunjukan angka fantastic 1.176 kasus.
Lebih jauh Renol mengatakan bahwa’ mengingat peningkatan kasus yang sangat pesat, maka akses layanan Care, Support and Treatment ( CST) atau dalam bahasa Indonesia disebut, Perawatan Dukungan dan Pengobatan ( PDP) bagi masyarakat perlu dibuka seluas-luasnya. Itu berarti jumlah tenaga manager kasus terlatih di Timika sebanyak 3 orang masih jauh dari cukup.
Sekarang ini di Timika sudah tersedia tiga layanan VCT sebagai pintu masuk untuk program PDP, yakni di PKM Timika, BKTIA dan RSMM. Masing-masing layanan tersebut baru memiliki 1 tenaga manager kasus terlatih. Oleh karena itu perlu dilakukan perekrutan dan pelatihan bagi tenaga manager kasus baru untuk melakukan pendampingan dan membangun jaringan untuk mendukung ODHA.” tegasnya.
Propersi infeksi HIV/Aids terhadap jumlah penduduk Mimika sampai Maret 2007 sebesar 0,08 persen dan infeksi HIV/Aids dengan Ko infeksi TBC sebanyak 84 kasus juga sebanyak 81 kasus telah terjadi kematian akibat HIV/Aids di negeri Dolar ini. (John Krist Pakage)

Iklan
%d blogger menyukai ini: