Workshop Human Security Untuk Jurnalis dan Komunitas

JUBI – Wartawan dan aktivis perlu mengetahui human security serta sistem peringatan dini dalam melaksanakan aktivitasnya setiap hari. Terutama yang menyangkut pemahaman terutama keamanan tradisional.

Workshop Human Security dan Sistem peringatan dini yang diselenggarakan oleh Voice Human Rights (VHR) Jakarta yang bekerja sama dengan Tabloid Jujur Bicara (JUBI), bertempat di Gouest House SIL Uncen Abepura, Jumat (29/2) hingga Sabtu (1/3), Ada pun peserta yang mengikuti Workshop ini berasal dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), wartawan radio dan media cetak lokal, pers mahasiswa Islam serta organisasi keagamaan di Jayapura.
Materi pertama mengenai Human Security dan Sistem Peringatan Dini bagi media dan Komunitas Lokal yang di sampaikan oleh Aditya Rahman (VHR). Selain Aditya, narasumber lainnya adalah Angga Haksoro (VHR) dan Victor Mambor (Jubi)
Aditya dalam pemaparan Human Security mengatakan ada tiga point penting yang perlu di ketahui dalam Human Security, antara lain sebagai berikut : Hak Asasi Manusia (HAM)/keamanan Personal, Keamanan komprehensif dan Human securty.
Human Securty Definisinya berasal dari United National Development Programe (UNDP) pada tahun 1994 yang di kemukakan oleh Dr. Mahbub ul Haq.
Dr. Mahbub ul Haq menguraikan pengertian Human Security sebagai berikut ; pertama keamanan dari berbagai ancaman kronis seperti kelaparan, penyakit dan represi. Kedua perlindungan dari gangguan atas pola kehidupan sehari-hari baik dirumah, di tempat kerja atau komunitas. Dalam Human Security ada tujuh ancaman yang harus di perhatikan secara bersama-sama anatara lain : keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan lingkungan hidup, keamanan kesehatan, keamanan komunitas, kemanan personal, dan keamanan politik.
Ancaman ekonomi adalah kurangnya lapangan pekerjaan yang produktif dan layak, pekerjaan yang tidak tetap dan informal, dan absennya jaringan pengamanan social yang didanai publik. Ancaman terhadap kesehatan adalah penyakit menular dan parasitic, penyakit sistem penyaluran dan kanker, kurangnya akses terhadap air bersih, polusi udara, kurangnya akses terhadap fasilitas kesehatan. Ancaman tehadap keamanan pangan adalah kurangnya pasokan makanan termasuk kurangnya akses ke asset, pekerjaan dan pendapatan yang memadai, contoh di Papua beras bukanlah produk lokal Papua tetapi sagu dan umbi.
Ancaman terhadap keamanan lingkungan adalah menurunnya ketersediaan air, polusi air, menurunnya kualitas dan kuantitas tanah garapan serta bencana alam. Ancaman terhadap keamanan personal adalah pidana kekerasan, peredaran narkoba, pelecahan terhadap perempuan dan anak atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ancaman terhadap politik adalah represi aparat dan aktor konflik , pelanggaran HAM sistematik, dan milterilisasi. Ancaman terhadap keamanan komunitas adalah retaknya institusi adat, runtuhnya budaya dan bahasa tradisional, pertikaian dan diskriminasi berdasarkan etnik dan agama, genosida dan pemusnahan etnis. (Musa Abubar dan Yunus Paelo)

Iklan
%d blogger menyukai ini: