Dibubarkan, Demo Anti NKRI

Jubi- Aksi demo dalam bentuk longmarch yang dilakukan sekitar 30-an orang lebih, pada Senin berlangsung di lingkaran Abepura depan kantor Pos. Dalam demo yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIT pagi itu menamakan diri Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP) serta Komponen Pemuda Adat Papua Barat sebagai penanggung jawab lapangan serta penanggung jawab umum WPNA (The West Papua National Authority).

Melalui undangan yang berbentuk selebaran mereka menyerukan yang isinya antara lain: Kesempatan kita sudah tidak ada, sekaranglah waktunya rakyat Papua yang menentukan kita mau kemana dan jadi apa nantinya. Masa depan kita ditangan persatuan dan kesatuan kita untuk berjuang atau mati bersama-sama menolak semua kebiadaban secara demokratis dan adil dalam bidang politik, ekonomi, social dan keamanan sehingga dunia tahu kita menderita di tanah leluhurnya sendiri.
Aparat dari Polsekta Abepura langsung turun lapangan memastikan pendemo dari unsure mana dan apa tuntutan serta tujuannya, karena surat ijin untuk melakukan demo tidak ada keputusan dari pihak Polresta Jayapura. Atas dasar tersebut para pendemo terpaksa dibubarkan setelah sebelumnya dilakukan negosiasi.
Menurut Robert Djoenso memang ada penyampaian surat pemberitahuan beberapa hari yang lalu kepada pihak kepolisian, namun karena didalam surat rencana aksi kurang jelas Kasat Intel mengundang pinpinan demo untuk koordinasi dan ternyata undangan tersebut juga tidak dipenuhi pihak pendemo.
Dalam demo tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 5 spanduk yang bergambar bendera bintang kejora serta dua orang pendemo yang kini sedang dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Jayapura. (Anang Budiono)

%d blogger menyukai ini: