Keluarga Harmonis Indikator Menuju Sejahtera

JUBI-Setiap orang pasti mendambakan keluarga yang harmonis, keluarga yang penuh dengan rasa aman, tenang, riang gembira dan saling menyayangi diantara anggota lainnya. Namun dalam kenyataan sehari-hari tidak semua keluarga dapat mencapai keluarga yang harmonis. Ada diantara keluarga yang mengalami banyak masalah.

Charles Brabar. SE, Seksi Advokasi dan KIE BKKBN Provinsi Papua, mengatakan bahwa, untuk mengantisipasi era desentralisasi saat ini, BKKBN merumuskan kembali visi, misi dan grand strategy seiring dengan filosofi BKKBN yang diarahkan untuk “menggerakkan peran serta masyarakat dalam KB” maka visi yang baru adalah “seluruh keluarga ikut KB”. Sementara itu dalam rangka mengemban tugas membangun keluarga Indonesia maka misi BKKBN yang baru adalah “mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera”.
Menurutnya, sekarang ini permasalahan keluarga yang sering terjadi biasanya dimulai dari lingkungan keluarga. Misalnya pertengkaran antar suami istri sehingga mengakibatkan perceraian yang berdampak kurang baik bagi perkembangan dan pembentukan kepribadian sang anak. Untuk itu diperlukan pengetahuan untuk menciptakan kondisi kualitas lingkungan keluarga yang harmonis.
“Keluarga akan harmonis bila para anggota keluarga didalamnya bisa berhubungan secara serasi dan seimbang. Saling memuaskan kebutuhan satu sama lainnya serta memperoleh pemuasan atas kebutuhannya.” kata Charles.
Untuk mencapai kehidupan keluarga yang demikian memang tidaklah gampang. Keluarga harmonis tidak datang begitu saja dengan sendirinya, akan tetapi setiap anggota keluarga perlu usaha dan kerja keras untuk meraihnya.
Keberadaan keluarga dalam kehidupan manusia bisa menjadi salah satu bukti keniscayaan kerja sama yang sehat demi kehidupan normal manusia.
Sebuah keluarga terdiri atas bermacam-macam orang dengan banyak keinginan. Dalam satu rumah niscaya terangkum berbagai peran masing-masing sebagai ajang kehidupan bersama yang menguatkan setiap anggota keluarga.
Keluarga Harmonis ditandai dengan adanya relasi yang sehat antar anggotanya sehingga dapat menjadi sumber hiburan, inspirasi, dorongan yang menguatkan dan perlindungan bagi setiap anggotanya.
Bagaimana kemudian kita dapat menerapkan keserasian hubungan antar anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian dalam keluarga yang sehat setiap anggota keluarga harus menyadari dan mengakui hak serta kewajiban masing-masing. Masalah ketidakcocokan dalam keluarga juga merupakan hal yang biasa, karena suami istri maupun anak-anak adalah individu yang berbeda-beda meski berasal dari satu garis keturunan. Untuk itulah diperlukan saling pengertian dan saling mengisi kekurangan masing-masing dlam setiap menyesuaikan diri. (Anang Budiono)

Iklan
%d blogger menyukai ini: