Pemekaran Grime Nawa Masuk Dalam RUU

JUBI-Menindaklanjuti semangat dan pemahaman tentang keputusan Rapat Paripurna ke 20 DPR RI masa sidang ke III tanggal 22 Januari 2008 tentang pendapat fraksi-fraksi serta pengambilan keputusan terhadap 21 Rancangan Undang-Undang (RUU) bahwa calon Kabupaten Grime Nawa yang merupakan rencana wilayah pemekaran dari kabupaten induk yakni Kabupaten Jayapura merupakan bagian di dalam ke 21 RUU tersebut.

Ramses Wally salah seorang anggota tim kerja pemekaran yang juga Komisi E DPRP Papua didampingi Arnold Udam dan beberapa anggota tim lainnya menggelar siaran persnya pekan lalu di Jayapura.
Menurutnya usul pembentukan Kabupaten Grime Nawa pemekaran dari kabupaten induk yakni Jayapura yang selanjutnya telah disahkan menjadi RUU memenuhi persyaratan normative sesuai dengan pasal 4 dan 5 UU Nomor 32 tahun 2004. Prasyarat tersebut adalah syarat administrative, teknis dan fisik kewilayahan.
“Pemekaran Grime Nawa dan NKRI adalah harga mati. Karena wilayah ini terdiri dari 12 distrik dan 89 desa atau kampung merupakan satu kesatuan utuh. Secara etnik dan budaya merupakan sebuah kesatuan social budaya” terang Ramses.
Berdasarkan sejarah perkembangan administrative pemerintahan dan aspirasi yang bertumbuh dan berkembang dari masyarakat yang benar-benar menunjukkan bahwa pada tahun 1913 sampai tahun 1975 wilayah Grime Nawa adalah bekas onderafdeling Nimboran atau Bestuur Nimboran yang semula beribukota di Demta (1913) kemudian dipindahkan ke Genyem sebelum dibubarkan pada tahun 1975.
Daerah yang menjadi rencana calon kabupaten baru ini pada saat ini dari sisi sarana dan prasarana sudah sangat memungkinkan untuk menjadi kabupaten definitive dan ditunjang oleh SDM yang handal dan memadai.
Meski masih dalam bentuk rancangan pasca penetapan RUU kabupaten Grime Nawa tanggal 22 Januari 2008 lalu, maka masyarakat di wilayah tersebut telah membuka diri untuk kehadiran partai politik yang tujuannya agar persiapan mengikuti berbagai kegiatan politik di masa yang akan dating dapat berjalan dengan maksimal.
Imbuh Arnold, untuk maksud diatas Tim Pemekaran mengharapkan dukungan dari pimpinan partai agar ada kesepahaman berpikir untuk membentuk kepengurusan parpol di wilayah Grime Nawa. Hal ini dimaksudkan agar untuk membangun masyarakat di wilayah ini didukung oleh kekuatan politik.
Wilayah Grime Nawa yang terdiri dari 12 distrik tersebut sebelumnya telah mendapat kajian oleh lembaga akademis dari Universitas Negeri Papua Manokwari dimana hasil kajian telah diseminarkan setahun lalu dengan melibatkan unsure perguruan tinggi dan stakholder.
Untuk itulah diharapkan semua pihak mendukung terbentuknya wilayah pemekaran baru dari kabupaten induk kabupaten Jayapura untuk kesejahteraan masyarakat. (Anang Budiono)

Iklan
%d blogger menyukai ini: