Januari 2008, Inflasi Kota Jayapura Sebesar 3,33 persen

Januari 2008, Inflasi Kota Jayapura Sebesar 3,33 persenJUBI-Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Papua pada bulan Januari 2008 terjadi inflasi sebesar 3,33 persen sama dengan laju inflasi tahun kalender, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 174,07 pada bulan Desember 2007 lalu menjadi 179,87 pada Januari tahun ini. Laju inflasi “years on years” (Januari 2008 terhadap Januari 2007) adalah 10,92 persen.
Inflasi yang terjadi pada bulan Januari di Kota Jayapura sangat dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Sub kelompok ini yang sangat signifikan mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok kacang-kacangan 32,11 persen dan sub kelompok ikan segar 13,76 persen.
Demikian disampaikan Kepala BPS Provinsi Papua, Ir Djarot Soetanto melalui berita resmi statistik awal Februari 2008 pekan lalu. Menurutnya Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada semua kelompok. Dan kelompok yang cukup tinggi terjadi pada kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks adalah bahan makanan sebesar 6,59 persen.
Pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan makanan lainnya sebesar 3,06 persen. Disusul perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,17 persen. Sementara kelompok kesehatan sebesar 0,34 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,10 persen an untuk transportasi, komunikasi serta jasa keuangan 0,34 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan indeks cukup signifikan memberikan andil selama bulan Januari 2008 antara: ikan ekor kuning 0,63 persen, kue basah 0,30 persen, bawang merah 0,29 persen, tahu mentah 0,28 persen, ikan cakalang 0,27 persen, tempe mentah 0,18 persen, minyak goring 0,13 persen, kue kering berminyak 0,13 persen, daging sapi 0,10 persen, tomat sayur 0,10 persen, daging ayam ras 0,09 persen, telur ayam ras 0,08 persen.
Sementara itu indeks harga konsumen pada sayuran daun singkong 0,07 persen, kacang tanah, ikan deho, ikan bubara, dan jenis makanan gado-gado masing-masing sebesar 0,06 persen. Cabe merah 0,04 persen, ikan bandeng, kelapa, bahan pelumas/oli masing-masing sebesar 0,03 persen. Buncis, ikan ekor kuning asap, wortel, tepung terigu, ikan kawalina dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02 persen.
Sedangkan andil komoditas yang mengalami penurunan indeks adalah sayuran kangkung 0,10 persen, bayam 0,05 persen, cabe rawit 0,04 persen, sawi hijau 0,03 persen dan ketela pohon 0,02 persen.
Pada bulan Januari 2008 lalu kelompok-kelompok komoditi memberikan andil atau sumbangan inflasi adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 2,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,56 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen. Kelompok sandang 0,02 persen, kelompok kesehatan 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,00 persen atau andilnya sangat kecil. Sedangkan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen. (Anang Budiono)

Iklan
%d blogger menyukai ini: