Tahun Baru, Tarif Baru

Oleh Rafluss Doranggi (*)

Salah satu sumber pendapatan asli daerah ( PAD ) primadona Pemerintah Kota Jayapura saat ini adalah dari sektor perparkiran. Seperti yang telah dilaporkan oleh Cepos beberapa waktu lalu, bahwa terhitung tanggal 1 Januari 2008 pemerintah Kota Jayapura telah memberlakukan tarif retribusi parkir yang baru. Sebagaimana kita ketahui bahwa tarif retribusi parkir yang lama untuk kendaraan roda dua adalah RP.500,- naik menjadi Rp. 1000,- sedangkan tarif retribusi parkir untuk kendaraan roda empat yang lama adalah Rp. 1000,- naik menjadi Rp. 2000,- sekali parkir.

Kenaikannya tidak tanggung-tanggung sebesar 100%. Kebijakan yang diusulkan oleh Pemkot Jayapura melalui dinas pendapatan daerah ini telah disetujui oleh para anggota dewan yang terhormat dengan ditetapkannya peraturan daerah No.14 tahun 2007 tentang Perubahan Tarif Perda Kota Jayapura No. 15 Tahun 2000 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum.
Menarik untuk dikaji lebih jauh alasan kenaikan tarif retribusi parkir ini, seperti yang diungkapkan Kepala dinas pendapatan daerah Kota Jayapura yang dilansir oleh Cepos berturut pada bulan Oktober 2007 bahwa ada beberapa alasan yang mendasari kenaikan tarif retribusi parkir ini yaitu : 1. Tarif retribusi parkir yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Jayapura No.6 tahun 2000 Jo Perda Kota Jayapura No.22 tahun 2002 tentang Retribusi Khusus Parkir sudah terlalu lama dan harganya belum pernah dinaikan. 2. Tingkat pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura yang meningkat dengan tajam, hal ini ditandai dengan kemampuan masyarakat membeli kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. 3. Perlunya menggali potensi pendapatan asli daerah. 4. Meningkatkan kesejahteraan juru parkir (Jukir)
Dari keempat alasan diatas rasanya kurang pas untuk menaikan tarif retribusi parkir saat ini. Alasan tersebut masih terlalu dangkal dan masih perlu diperdebatkan atau dikonsultasi publikkan secara baik. Pembuat kebijakan mungkin berasumsi bahwa karena perdanya sudah tidak update lagi dan masyarakat sudah mampu beli kendaraan masak bayar parkir tidak parkir tidak bisa? Untuk mendapatkan PAD yang lebih banyak lagi maka tarif retribusi parkir mau tidak mau harus dinaikan. Padahal jika kita cermati ulasan pada bagian akhir tulisan pertama yang diturunkan Cepos itu diungkapkan bahwa target parkir yang ditetapkan tahun 2007 ketika tulisan itu diturunkan telah mencapai 97.25% (Oktober 2007). Artinya target yang dipatok sudah hampir tercapai, bahkan kemungkinan dalam dua bulan berikutnya ( November – Desember ) sisa target yang tinggal 2,75% itu bisa tercapai bahkan mungkin melampaui target. Saya mengkwatirkan justru sebaliknya, dengan dinaikannya tarif retribusi parkir bukannya mencapai target tetapi malah menurun. Jukir “liar” akan semakin bertambah, pengguna jasa parkir enggan mengambil karcis parkir karena mahal, tetapi membayar parkir pada jukir dengan harga lama.
Dari laporan tersebut masyarakat tidak diberikan informasi tentang berapa besar kebocoran dari pendapatan parkir. Salah satu sumber kebocoran parkir adalah sering kali juru parkir tidak menyerahkan karcis parkir kepada pemilik kendaraan. Padahal masalah ini tidak bisa dijawab dengan kenaikan tarif semata atau pemberian seragam jukir, tapi mungkin dengan menempatkan beberapa pengawas jukir sehingga mereka lebih disiplin atau menertibkan jukir liar. Kenaikan tarif tertribusi parkir terkesan terlalu dipaksakan padahal fasilitas yang disediakan sangat minim. Lihat saja lahan parkir khusus yang dibangun oleh Pemkot Jayapura sepertinya tidak ada. Yang ada hanyalah jalan raya sepanjang jalan Ahmad Yani dan jalan percetakan negara serta sepanjang areal pertokoan ruko Pasifik Permai dok II yang mirip dengan jalan tol itu. Sementara fasilitas parkir yang ada dipusat-pusat perbelanjaan seperti di Abepura, Entrop dibangun oleh pemilik pusat perbelanjaan itu sendiri.
Alternatif lain yang dapat dipertimbangkan adalah tarif retribusi parkir tetap seperti semula tetapi waktu parkirnya yang diatur jika saat ini tarif parkir berlaku untuk sekali parkir tanpa mempedulikan waktu parkirnya, mungkin bisa dijajaki dengan pembatasan waktu parkir. Misalnya tarif parkir dua jam pertama untuk kendaraan roda dua tetap Rp. 500,- tetapi untuk setiap 1 atau 2 jam dikenakan tambahan Rp.100,- atau tarif parkir dua jam pertama untuk kendaraan roda empat tetap Rp. 1000,- tetapi untuk setiap 1 atau 2 jam dikenakan tambahan Rp.500,- Hal ini adalah upaya untuk memberikan kesempatan pada pengguna jasa parkir untuk menggunakan waktu parkirnya secara efektif dan efisien. Selain itu perlu dibenahi juga soal kebocoran parkir serta jukir liar.
Mungkinkah dengan kenaikan tarif retribusi parkir ini akan diikuti dengan rencana pembangunan satu gedung atau lahan khusus parkir di sekitar jalan Ahmad Yani atau jalan Percetakan Negara yang sudah semakin padat itu? Ataukah hanyalah satu upaya pemerintah Kota Jayapura mengais PAD dengan cara mudah? Selamat Tahun Baru 1 Januari 2008.

(*) Penulis adalah Pengguna Jasa Parkir

Iklan
%d blogger menyukai ini: