Pengangguran Kota Jayapura Paling Tinggi

Disusul Mimika dan Merauke, Sementara paling rendah Tolikara

JUBI-Hampir semua masyarakat berfikir tentang masa depan baik itu untuk dirinya sendiri maupun anak-anaknya kelak untuk dapat bekerja dan mengarungi hidup menuju kesejahteraan. Sejahtera dari kecukupan makan, sandang dan papan yang selebihnya mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya seperti rekreasi. Sebab hakekat dari hidup adalah perlu pembiayaan.

Sementara pekerjaan formal di pemerintahan tidak seluruhnya mampu menampung tenaga kerja yang ada. Bahkan sektor informal atau swasta tidak luput dari persaingan. Untuk itulah kecakapan keterampilan saat ini sangat perlu untuk seseorang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan untuk yang lainnya. Keterampilan tersebut seperti perbengkelan, tukang kayu, pengrajin dan lainnya.

Pada bulan Agustus 2007, jumlah angkatan kerja mencapai 990.774 orang, berkurang sebanyak 7.274 orang dibandingkan dengan keadaan bulan Februari di tahun yang sama. Jumlah ini meningkat sebesar 85.462 orang dibandingkan keadaan bulan Agustus 2006. Jika dibandingkan lagi pada bulan Februari 2007 jumlah pengangguran turun menjadi sebanyak 5.447 orang, namun penurunan ini tidak diiringi dengan naiknya jumlah penduduk yang bekerja yang justru berkurang sebanyak 1.829 orang. Hal ini mengindikasikan banyaknya penduduk yang beralih dari angkatan kerja menjadi bukan angkatan kerja.

Demikian berita resmi yang disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Ir.J.A Djarot Soetanto,MM mengenai data ketenagakerjaan yang dilansir pada awal Januari 2008 ini.

Sementara itu jumlah perempuan yang bekerja selalu meningkat selama Agustus 2006-Agustus 2007 (bertambah 88,94 ribu). Hal ini diakibatkan karena dorongan ekonomi, yaitu tuntutan keluarga untuk menambah penghasilan guna memperkuat ketahanan ekonomi bagi keluarganya. Disisi lain semakin terbukanya kesempatan kerja diberbagai sector yang banyak menampung tenaga kerja perempuan seperti pertanian, perdagangan dan jasa kemasyaraktan.

Peningkatan jumlah tenaga kerja perempuan sebagaian besar berasal dari perempuan yang sebelumnya hanya berstatus lainnya (bukan angkatan kerja).

Selama setahun terakhir jumlah penganguran mengalami penurunan sebesar 3,07 ribu orang. Apabila dibedakan berdasarkan gender, perempuan yang menganggur berkurang hingga 14,38 ribu orang, dari 33,89 ribu orang pada Agustus 2006 menjadi 19,51 pada Agustus 2007, sementara untuk laki-laki jumlah yang menganggur bertambah menjadi sebanyak 11,32 ribu orang.

Jika dibandingka keadaan pada Agustus 2007 dengan keadaan Februari 2007, terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 5,45 ribu orang dimana pengangguran perempuan turun 5,84 ribu orang dan pengangguran laki-laki naik sekitar 400 orang.

Lapangan Pekerjaan Utama

Bila ditinjau berdasarkan lapangan kerja dalam kurun waktu Februari 2007-Agustus 2007, penurunan jumlah penduduk bekerja terbanyak terdapat di sector pertanian (berkurang 22,55 ribu orang) diikuti sector jasa kemasyarakatan yang menurun sebanyak 14.65 ribu orang. Sektor konstruksi juga mengalami penurunan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.62 ribu orang. Sedangkan sector-sektor lainnya seperti pertambangan, listrik, gas dan air, perdagangan dan keuangan mengalami kenaikan jumlah tenaga kerja dengan kenaikan terbesar pada sector perdagangan (17,24 ribu orang). Sektor transportasi tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Perubahan iklim yang berdampak pada kurangnya intensitas hujan diberbagai wilayah di Papua pada Agustus 2007 menjadikan sebagian besar tenaga kerja perempuan yang bekerja di sector pertanian beralih profesi ke sector perdagangan.

Pada kurun waktu Februari 2007-Agustus 2007 terdapat pengurangan tenaga kerja perempuan di sector pertanian sebanyak 21,26 ribu orang sementara terdapat penambahan tenaga kerja di sector perdagangan sebanyak 10,19 ribu orang.

Status Pekerjaan Utama

Kegiatan formal dan informal dapat dilihat berdasarkan status pekerjaan. Dari jumlah kategori status pekerjaan utama, pekerja formal hanya terdiri dari kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.

Selain dua kategori tersebut diklasifikasikan sebagai pekerja informal. Jika melihat status pekerjaan berdasarkan klasifikasi formal dan informal, maka pada Agustus 2007 sekitar 84 persen tenaga kerja bekerja pada kegiatan informal dan sisanya 16,41 persen di sector formal.

Jika dilihat dari sisi gender, sekitar 90,09 persen tenaga kerja perempuan bekerja di sector informal sedangkan laki-laki sekitar 78,70 persen. Hal ini menandakan, walaupun terjadi peningkatan tenaga kerja perempuan, namun umumnya masih dalam kegiatan informal yang berarti pula sangat mudah berpindah pekerjaan ke sector lain dimasa mendatang.

Penduduk Bekerja Dan Pengangguran Menurut Wilayah

Pada Agustus 2007 tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi terdapat di Kota Jayapura yaitu sekitar 13,76 persen. Disusul Mimika dan Merauke masing-masing sebesar 8,43 persen dan 8,35 persen. TPT paling rendah keadaan pada Agustus 2007 adalh Tolikara sebesar 2,34 persen.

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Papua keadaan pada Agustus 2007 sebesar 76,54 persen, tertinggi adalah Jayawijaya (89,99 persen), disusul Puncak Jaya (89,87 persen) Pegunungan Bintang (89,86 persen), Tolikara (89,82 persen) dan Yahukimo (89,81 persen). TPAK paling kecil terdapat di Mimika (54,67 persen) yang diakibatkan oleh rendahnya TPAK perempuan (20,18 persen) disbanding dengan TPAK laki-laki (82,62 persen). (Anang Budiono)

Iklan
%d blogger menyukai ini: