Kemanakah Dana Bantuan Pemberdayaan Kampung Soimiangga dan Awaso?

Waropen – Kampung Awaso, Distrik Waropen Bawah, Kabupaten Waropen dihuni sekitar 30 kepala keluarga mempunyai fasilitas gedung gereja, sekolah dasar dan tiap rumah mempunyai air bersih serta MCK.

Kampung yang berada disebelah selatan Kabupten Waropen hanya bisa ditempuh dengan mengunakan transportasi laut yakni motor tempel (perahu jhonson). Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di kampung Awaso kurang lebih empat jam.
Menurut kepala kampung Awaso Dominggus Boari (58), tahun 2004/2005 kampung Soimiangga dan Awaso mendapat bantuan rehap air bersih serta listrik desa sebesar Rp. 43.280.000,- dana tersebut bersifat bantuan langsung dari pemerintah Kabupaten Waropen. Dana tersebut hanya diterima Rp.19.045.000,- untuk dua kampung yakni kampung Soimiangga dan Awaso. Bagi masyarakat setempat dana tersebut tidaklah cukup untuk rahap air bersih dan listrik. Sehingga melalui swadaya masyarakat dua kampung tersebut, maka terkumpulah dana sebesar Rp. 25.175.000,- dana dari pemerintah dan swadaya masyarakat dikumpulkan menjadi satu sebesar Rp.44.220.000,-
Akhirnya rehap air bersih dan listrik dapat terlaksana juga pada tahun 2005. Sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 kampung Awaso belum mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Waropen. Ditambahkan Boari, memang dana Rp.100.000.000,- sudah di Transfer ke No. Rek kepala kampung masing-masing, tapi sampai sekarang ini belum ada pemberitahuan resmi bahwa dana tersebut sudah dikujurkan.Alfius Upuya (42), sudah tiga kali Pemerintah Kebupaten datang ke Kampung Awaso, tapi hanya jadikan tempat tapi hanya dijadikan tempat tarnsit untuk ke daerah transmigrasi. Mungkin kampung Awaso tidak penting jadi aparat pemerintah tidak mengambil data.. Bagaimana masyarakat kampung Awaso dapat mengutarakan kendala-kendala yang terjadi kurang lebih tiga tahun. “Iyo, kami tahu memang tong punya kampung tidak bisa mendatangkan uang jadi dong tinggal main lanjut ke lokasi transmigrasi,” ungkap Alfius dengan nada kesal belum lama ini di Kampung Awaso. (Carol Ayomi/www.fokerlsmpapua.org)

Iklan
%d blogger menyukai ini: