Abrasi Di Pantai Samabusa

NABIRE-Pembangunan pelabuhan Fery di kampung Air Mandidih,Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire tidak memperhatikan dampak-dampak kerusakan lingkungan.

Warga yang tingal ditepi pantai mulai tampak resah, karena mereka harus memindahkan rumah menjauh dari pinggir pantai. Yan Ayomi (53), seorang penduduk setempat, mengeluh karena pembangunan jembatan kapal Fery tidak memperhatikan kerusakan lingkungan yang berujung pada terjadinya abrasi di tepi pantai.
Abrasi pantai diperkirakan empat sampai lima meter . Radius Abrasinya sekitar satu kilo meter (KM) dari pelabuhan kapal Fery. Akhirnya, Yan Ayomi memutuskan memindahkan rumahnya menjauh dari tepi pantai. Menurutnya, Kalau hal ini tidak ditanggapi dengan serius oleh Dinas Perhubungan, maka masyarakat yang tinggal ditepi pantai suatu saat akan kehilangan tempat tingganya. Abrasi Pantai sudah terjadi sekitar tiga tahun yang lalu, semenjak pelabuhan Fery mulai di bangun. Untuk itu diharapkan Pemerintah membuat tanggul agar dapat mencegah abrasi yang berkelanjutan. (Carol Ayomi/www.fokerlsmpapua.org).

Iklan
%d blogger menyukai ini: