Rubrik di Halaman Jubi Jangan Berubah-Ubah

Terima kasih atas terbitnya kembali Tabloid Jubi. Hanya saja, kok Jubi sekarang agak berbeda dengan Jubi yang dulu. Maksudnya, kalau Jubi yang dulu berisi liputan-liputan yang “investigatif”, sedangkan Jubi yang sekarang ini tidak terlihat liputan-liputan seperti Jubi yang dulu itu?
Tapi kalau melihat media-media lain yang saat ini terbit di Papua, memang Jubi sangat berbeda. Terutama dalam mengangkat masalah-masalah sumberdaya alam dan hak-hak masyarakat asli Papua. Mungkin lebih tepatnya kalau saat ini Jubi disebut sebagai media alternatif pendidikan rakyat.
Saya juga sangat setuju jika masyarakat diberikan kesempatan lebih banyak mengemukakan pandangan mereka tentang kesejahteraannya. Sebab bukankah kesejahteraan masyarakat ditentukan oleh masyarakat itu sendiri? Sekarang kan sudah bukan zamannya kesejahteraan itu ditentukan oleh pemerintah atau siapapun. Ruang-ruang publik yang luas seperti inilah yang kurang tersedia di media-media lainnya di Papua.
Saya juga ingin memberikan kritik terhadap Jubi mengenai rubrik-rubrik di Tabloid Jubi. Kalau bisa rubrk-rubrik di Tabloid Jubi jangan berubah-ubah. Karena biasanya pembaca sudah hapal setiap halaman yang berisi rubrik tertentu. Nah kalau rubrik-rubrik Jubi berubah setiap terbit, pasti pembaca akan bingung mencari rubrik-rubrik yang bisa jadi menjadi favorit mereka.

Filep M
Amban, Manokwari

%d blogger menyukai ini: