Perayaan Natal Ikatan Alumni PMK UNCEN

dsc03737.jpgJUBI – Perayaan Natal bukan hanya dilakukan pada tanggal 25 Desember, tetapi sebelum tanggal 25 Desember semua umat Kristen khususnya yang berada di Kota Jayapura sudah merayakan Natal. Natal ini dirayakan di masing-masing organisasi/ikatan-ikatan yang terbentuk dalam masyarakat maupun dalam suatu instansi.

Seperti yang di lakukan oleh Ikatan Alumni Pesekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Cenderawasih (IA PMK Uncen). Ibadah perayaan natal IA PMK Uncen ini diselenggarakan pada hari Minggu, 16 Desember 2007, bertempat di Gedung Gereja Kristen Injili (GKI) Sion, Padang Bulan Abepura. Awal ibadah tersebut di awali dengan laporan ketua panitia Natal, Viktor Djitmau. Kemudian di lanjutkan dengan ibadah, yang di pandu oleh protokol (Sefnat Taran) dan dua orang Macter of Ceremony (MC) (Ida Wihyawari dan Ance Wally).
Perayaan Natal tersebut di hadiri oleh para undangan, para mahasiswa-mahasiswi Uncen dan Alumni Mahasiswa Uncen. Selain itu dihadiri juga oleh para simpatisan dari berbagai perguruan tinggi lain serta warga jemaat GKI Sion Padang Bulan Abepura.
Hamba Tuhan yang menyampaikan Firman Tuhan dalam ibadah tersebut adalah Bapak Ulis Simatora. Dalam Penyampaian firman Tuhan ini, Simatora mengatakan ada beberapa hal yang harus di perhatikan sebagai umat Tuhan atau anak-anak Tuhan kedepan dalam menyosong perayaan Natal yang sudah ada di depan kita.
Hal-hal tersebut antara lain sebagai berikut ; (1)Allah menciptakan/menata/menertibkan bumi yang kacau balau pada awal masa penciptaan, di sini Allah mengawali karya penyelamatannya
(2) umat israel sebagai umat kesayangan Allah yang hidupnya kacau balau dan tidak sesuai dengan Firman Tuha,akhirnya Allah mengambil tindakan penyelamatan untuk menyelamatkan Israel, bukan hanya Israel saja tetapi semua umat manusia ini adalah karya penyelamatan yang pertama,
(3) Allah memperkenalkan dirinya kepada manusia bahwa dialah satu-satunya penguasa,
(4) Allah membebaskan umat pilihannya yaitu umat Israel yang pada saat itu memberontak. kata Olis Simatora dalam khotbahnya.
Simatora menambahkan walaupun umat Israel sudah di tebus tetapi Israel terus mengulang perbuatan mereka, yaitu mereka kembali ke kehidupan mereka yang lama, tetapi Allah mau tetap setia memelihara mereka. Demikian juga dengan kita, Allah sudah menebus dosa kita, sudah menata hidup kita, tetapi kita kembali mengacau balaukan kehidupan kita. Kita suka hidup kita tidak teratur atau kita lebih cenderung hidup kacau balau/ketidak tentraman sehingga kita tidak menghadirkan Syaloom Allah dalam kehidupan kita dan kepada orang lain. Tetapi Allah terus mau memperbaiki hidup kita lewat karya penyelamatannya supaya kita kembali melaksanakan fungsi kita yaitu menghadirkan syalom kepada orang lain dalam kehidupan.
Setelah penyampaian Firman Tuhan, dilanjutkan dengan pemberian persembahan syukur yang di bawa oleh masing-masing orang ke palungan yang sudah disediakan dan diakhiri dengan doa pentupan.
Acara terakhir dari pelaksanaan ibadah tersebut adalah penyampaian sambutan-sambutan. Sambutan-sambutan yang di sampaikan oleh Ketua IA PMK Uncen, Sara Yambeyabdi, dan sambutan yang berikutnya di sampaikan oleh Aniet Magayang mewakili para anggota Ikatan Alumni PMK Uncen yang ada di daerah-daerah. (Musa Abubar)

%d blogger menyukai ini: