November, AMPTPI Gelar Kongres Di Manado

JUBI – AMPTPI (Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia) merupakan wadah organisasi massa yang didalamnya terdapat komponen para mahasiswa asal Pegunungan Tengah yang berada di seluruh kota studi di Indonesia. Saat ini AMPTPI tengah beranjak usia 3 Tahun sejak berdirinya pada April 2005 lalu.

Untuk menjadikan wadah yang solid dan tanggap akan berbagai situasi yang terjadi dan berkembang saat ini tentunya dibutuhkan pemimpin-pemimpin organisasi yang kompeten. Untuk itulah dalam rencana kongres yang sedianya akan berlangsung November mendatang agenda utamanya adalah reorganisasi kepemimpinan.
Saat ini dalam tubuh AMPTPI telah terbentuk sedikitnya 24 DPC yang tersebar di seluruh wilayah studi di Indonesia, 3 DPW yakni meliputi wilayah Indonesia bagian barat (di Jakarta), Indonesia tengah (di Makassar) dan Indonesia timur (di Jayapura)
Melkias Yeke Gombo, Ketua DPC Kabupaten/Kota Jayapura kepada wartawan mengatakan bahwa di usia yang beranjak ke tiga ini lebih di titikberatkan pada konsolidasi organisasi. Disamping mempunyai tujuan utama yakni memberdayakan mahasiswa asal Pegunungan Tengah menuju manusia yang berkualitas dan mandiri untuk membangun Papua kedepan serta menegakkan demokrasi di tanah zona damai.
Ketua DPW Wilayah Timur, Agus Alua Jr mengatakan bahwa, di Papua masih banyak terdapat persoalan-persoalan yang mendasar yang memerlukan pembenahan bersama dari berbagai komponen. Seperti masalah kesehatan, kesejahteraan, pendidikan dan penegakan hak-hak dasar masyarakat.
Kongres AMPTPI ke II di Manado ini selain evaluasi dan reorganisasi pihaknya juga akan membahas AD/ART organisasi, masalah HAM serta hal-hal strategis yang terjadi di Papua. Dia mencontohkan bahwa saat ini masih banyak terjadi illegal logging, illegal fishing dan korupsi.
“Kepada senior-senior asal Pegunungan Tengah kami berharap dukungan untuk mensupport kegiatan tersebut agar kegiatan dapat berjalan. Sebab saat ini kepanitian sudah mencapai 75 persen siap yang meliputi 20 orang panitia nasional dan 30 orang panitia local” kata Agus Alua Jr. (Anang Budiono)

%d blogger menyukai ini: