Deskripsi Program Transformasi Gender

Program Transformasi Gender yang diimplementasikan oleh Koalisi Stop Aids Now Papua, yang terdiri dari 16 LSM lokal, yakni : 1) Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM), 2) Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak – Papua (LP3AP), 3) Aliansi Demokrasi Papua (AlDP), 4) Medicine du Monde (MdM), 5) Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua), 6) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI Papua), 7) Elsham Papua, 8) Kelompok Kerja Wanita (KKW), 9) Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Merauke, 10) Yayasan Santo Antonius (Yasanto), 11) Yayasan Lingkungan Hidup Humeibou (Yalhimo), 12) Mitra Perempuan Papua, 13) Perkumpulan Peduli Sehat (Pt.PS), 14) Yayasan Primari, 15) Yayasan Rumsram, 16) Yayasan Beatrix, ini berfokus pada pencegahan HIV untuk merespons penyebaran HIV yang mengkhawatirkan diantara perempuan dan anak perempuan di Papua dengan menggunakan pendekatan Gender dan Hak Asasi Manusia secara integratif. Program ini mengasumsikan suatu konsep pencegahan HIV yang komprehensif. Program ini melakukannya dengan mencoba berubah menjauh dari sikap, perilaku dan norma gender yang non-egaliter dan menuju sikap, perilaku dan norma gender yang berbasiskan hak-hak. Program ini mengakui laki-laki dan perempuan keduanya bisa menganut dan sama-sama memperkuat kepercayaan dan aturan-aturan sosial yang menempatkan perempuan dan anak perempuan pada bahaya terkena HIV yang meningkat. Ini merupakan alasan utama mengapa program ini meminta partisipasi kelompok-kelompok untuk bekerja dengan laki-laki/anak laki-laki maupun perempuan/anak perempuan. Sehingga Program ini bergeser menjauh dari pandangan yang berorientasi kesalahan menuju pandangan yang menerima laki-laki dan perempuan sebagai agen potensial perubahan sosial.

Strategi
Strategi program ini dikarakterisasi dengan sangat baik sebagai strategi yang melibatkan tindakan kolektif dan kepemilikan lokal. Program ini meminta rekanan-rekanan yang bekerja di bidang HIV/AIDS, hak asasi manusia dan pemberdayaan perempuan untuk berkolaborasi seerat mungkin melalui pembangunan koalisi dan implementasi gabungan kegiatan-kegiatan. Kategori pemberdayaan perempuan dengan sengaja diperluas untuk menciptakan ruang bagi tipe-tipe kelompok yang berbeda yang berfokus pada meningkatkan situasi perempuan, seperti kelompok-kelompok yang berfokus pada kekerasan yang berbasiskan gender, kelompok-kelompok keuangan mikro dengan proyek-proyek yang secara khusus diorientasikan kepada perempuan, dan kelompok-kelompok yang mengajarkan keahlian hidup dan kepemimpinan kepada anak perempuan. Penting juga untuk memperhatikan ketiga kategori tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadi ketat. Ini merupakan kasus bagi tiga alasan utama: Tidak semua mitra STOP AIDS NOW! mengklasifikasi rekanan-rekanan mereka dengan cara yang sama; ada potensi saling melengkapi dalam isi melintasi tipe-tipe organisasi yang berbeda-beda; dan Program ini sangat condong ke arah pencakupan untuk merangsang pendekatan yang lintas sektoral dan banyak sektor.
Tidak diharapkan bahwa semua rekanan akan atau harus berpartisipasi dalam Program ini dengan cara yang sama. Suatu kelompok inti para peserta aktif yang terdiri dari organisasi-organisasi dengan pengalaman yang lebih kuat dalam mengerjakan isu-isu HIV/AIDS dan gender kemungkinan akan berkembang, dengan kelompok-kelompok lain yang memberikan sumbangan pada tingkat yang berbeda dan dengan cara mereka sendiri tergantung pada fokus dan kapasitas mereka. Kelompok-kelompok yang kurang berpengalaman dalam tema inti Program ini, seperti organisasi-organisasi yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, bisa memberikan sumbangan dengan memobilisasi dan mendukung para pemilih mereka untuk ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan tingkat individu dan komunitas dari kelompok-kelompok inti. Mereka juga bisa berpartisipasi dalam pelatihan dan sesi pembelajaran yang ditawarkan oleh kelompok-kelompok inti, yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan pengalaman dan pengetahuan mereka mengenai isu-isu tersebut. Sebagai tambahan, mereka bisa membagi sumber daya dan keahlian teknis mereka mengenai masalah-masalah selain HIV/AIDS dan gender untuk membantu meningkatkan implementasi kegiatan-kegiatan kelompok-kelompok inti. Kelompok-kelompok yang memberikan sumbangan dengan semua cara ini—tetapi tidak benar-benar melakukan kegiatan-kegiatan langsung pada tingkat individu dan komunitas—meskipun demikian akan dipandang sebagai memberikan sumbangan yang solid untuk perwujudan, luas, dan keberlanjutan Program ini.
Strategi Program ini mengintegrasikan Prinsip GIPA (Greater Involvement of People of People Living with HIV/AIDS/Keterlibatan ODHA yang Lebih Besar). Program ini sangat menghargai keterlibatan ODHA perempuan yang mempunyai makna. Dikarenakan pengetahuan dan pengalaman langsung dan unik mereka mengenai HIV/AIDS, perempuan positif HIV bisa memberikan sumbangan untuk meningkatkan isi, pengembangan, pengimplementasian, pengelolaan, dan evaluasi program-program HIV/AIDS yang berfokus pada perempuan dan anak perempuan. Oleh karena itu, Program ini akan mencoba merangsang keterlibatan mereka yang berarti pada semua tingkat sebanyak mungkin. (Dari Dokumen Inisiasi Proyek Transformasi Gender SAN)

Iklan
%d blogger menyukai ini: