Bidan dari Luar Papua Harus Pahami Budaya Orang Papua

JUBI – Jika pemerintah hendak mendatangkan bidan dari luar Papua untuk bertugas di kampung kampung minimal mereka harus memahami budaya orang Papua sebab selama belum tahu dan tidak paham mereka akan lari meninggalkan tugas pelayanan di kampung.
“ Memang kami tidak keberatan dengan bidan dari luar Papua tetapi yang jelas harus paham budaya Papua dan juga tunjangan yang lancar sehingga petugas bisa betah di lapangan,”ujar Ketua Jurusan Kebidanan Politekes Jayapura Welmintje Sapari kepada Jubi di sela-sela Yudisium Lulusan D3 Politekes Senin (17/9).
Menurut Welmintje Sapari sebanyak 32 lulusan D3 Kebidanan Politekes akan kembali bertugas ke daerah asal mereka sebab tanggung jawab mereka adalah di kampung kampung.
Memasuki tahun ajaran 2007/2008 juursan kebidanan Politekes Jayapura menerima sekitar 72 mahasiswa lulusan SMA jurusan IPS dan IPA. “ Kalau kita hanya menerima siswa jurusan IPA saja berarti kita kekurangan mahasiswa jurusan kebidanan sehingga harus menerima siswa jurusan IPA,”ujar Welmintje Wopari.
Sementara itu alumni kebidanan dari Ayfat Kabupaten Sorong Selatan suster Kambu mengatakan akan kembali bertugas di daerahnya sebab dia sudah bekerja sejak tahun 1995 dan sekarang baru mendapat tugas belajar sehingga kembali lagi ke Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat.
Dalam pelaksanaan Yudisium Angkatan ke VI Kebidanan Poltekes Jayapura, Direktur Politekes Jayapura Yan Pieter Rumakeiwi menegaskan ada tiga point penting bagi para alumnus antara lain pertama pengetahuan dengan ilmu yang diperoleh dapat dipakai untuk melayanai sesama dan kedua dengan iman yang tulus kepada Tuhan dapat mengasihi sesama manusia dan terakhir adalah pengabdian kepada negara dan bangsa. “Namun yang jelas pemerintah harus memperhatikan tugas mereka di lapangan sehingga dapat menjadikan 2981 desa yang sudah dikunjungi gubernur sebagai pusat pengembangan kesehatan desa,” ujar Rumaikewi. (Dominggus A. Mampioper)

%d blogger menyukai ini: