Merenungi Hari Kemerdekaan RI

Mengapa Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan? Negara ini didirikan agar rakyatnya hidup sejahtera, aman, sehat, cerdas, saling menghargai antara suku, agama dan menjunjung tinggi hak asasi setiap warga negara. Lalu bagaimana setelah 62 tahun Indonesia merdeka? Apakah sudah memenuhi cita-cita dan keinginan pendiri negara ini? Tentu saja perjalanan ke sana masih sangat panjang.
Keadilan dibelahan bumi Indonesia manapun masih menjadi barang mewah. Masih banyak tindakan-tindakan negara yang merugikan rakyatnya. Sebaliknya, banyak pula rakyat yang tidak mempedulikan persoalan negara ini.
Kesehatan belum bisa dirasakan oleh masyarakat seakan-akan barang mewah yang tidak bisa dimiliki oleh masyarakat. Khususnya di Papua, HIV AIDS terus saja menimbulkan kematian bagi orang Papua yang populasinya semakin sedikit.
Demikian juga pendidikan yang sangat sulit dirasakan oleh masyarakat di tanah Papua. Pendidikan rasanya hanya milik segelintir orang saja. Yang mampu membayar buku, seragam, alat tulis sampai gurunya. Kalau mau jadi sarjana, harus sedia dana yang besar karena konon saat ini banyak dosen mata duitan yang tega memeras mahasiswanya agar bisa lulus.
Rasa aman pun belum dirasakan oleh semua masyarakat. Dimana-mana konflik bisa saja terjadi, baik di desa maupun perkotaan. Masih saja ada perang sosial yang terjadi diantara masyarakat. Begitu sulitnya untuk saling menghargai antar sesama masyarakat. Perbedaan agama membuat orang mementingkan dirinya sendiri, berlomba untuk mempertahankan agamanya atau organisasinya, dan saling menjatuhkan.
Apakah demokrasi yang kita dengungkan selama ini, yang menekankan aspek musyawarah dan mufakat untuk mencapai suatu tujuan memang diharuskan menghalalkan segala cara?
Rupanya, memang betul jika selama ini keadilan itu hanya milik sekelompok orang saja. Buktinya, sebagian besar rakyat masih mengalami kelaparan, kemiskinan dan kemelaratan diantara pembangunan yang dilakukan bangsa ini.
62 tahun sudah negara ini merdeka. Seharusnya saya tidak perlu berkeluh kesah disini pada saat seluruh rakyat merayakan kemerdekaan negara ini. Tapi inilah kenyataannya. Saya mungkin harus membaca lagi sejarah berdirinya bangsa ini agar bisa ikut merayakan hari kemerdekaan negara ini tahun depan.

Musa – Padang Bulan

Iklan
%d blogger menyukai ini: