JANGAN MELIHAT MASALAH ITU GELAP

JUBI – Pasca kedatangan Hina Jilani ke Indonesia khususnya Papua dan laporan yang akan disampaikan. Apakah akan membawa perubahan kearah yang lebih baik? Ataukah justru sebaliknya meningkatkan kekerasan terhadap para pekerja kemanusiaan?

“Catatan saya untuk teman-teman di Papua. Jangan melihat masalah itu gelap. Masih ada cahaya,” ujar Amiruddin Al Rahab kepada Jubi di Jakarta belum lama ini.
Menurut Amirudin Al Rahab penerjemah buku berjudul Cahaya Bintang Kejora di Papua kedatangan Hina Jilani tergantung bagaimana orang memaknainya. “Kalau kita memaknainya positif maka akan menjadi positif. Sebaliknya kalau kurang baik maka maknanya bisa menjadi negatif,” ujar Amirudin.
Jadi kedatangan Hina Jilani tergantung cara memaknainya. Secara pribadi, lanjut Amirrudin, dalam konteksnya dengan hak asasi manusia (HAM) di Papua kedatangan Hina Jilani dapat dimaknai secara positif. “Ada dua hal yang punya makna positif yaitu pertama kedatangan Hina Jilani itu memberi ruang yang lebih besar kepada teman-teman di Papua untuk bisa lebih mengekspresikan persoalan-persoalan HAM di sana,” ujar Amirudin. Selanjutnya kata dia, makna kedua adalah persoalan Papua bukanlah suatu masalah yang disimpan dalam laci meja saja. Bukan di Indonesia lagi tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional. “Di situ segi positifnya. Nah sekarang ruangnya sudah terbuka dan sangat tergantung kepada dua pihak. Pertama adalah teman-teman yang bekerja hak asasi manusia (HAM) di Papua. Apakah bisa memaknainya untuk bangaimana membangun sinergi agar bisa bermanfaat. Saya melihatnya dalam konteks seperti itu.” jelas Amiruddin.
Selanjutnya, apakah kedatangan Hina Jilani ini akan mengakibatkan perubahan terhadap kebijakan-kebijakan di Papua? “Ini soal psikologi. Banyak teman-teman di Papua yang psikologinya masih merasa dalam tekanan. Saya juga bisa menerima hal itu tetapi kalau kita terus menerus dalam kondisi itu, apalagi orang-orang yang bekerja di bidang hak asasi manusia (HAM) di Papua masih seperti itu, Bisa membuatnya menjadi sulit sendiri. Saya percaya perubahan memang tidak datang seperti kita membalik telapak tangan,” ujar Amirrudin.
Namun dia menambahkan dengan kedatangan Hina Jilani itu pasti ada kesempatan untuk berbuat. “Sederhana saja contohnya mungkin kita tidak tahu bagaimana prosesnya Hina Jilani bisa datang ke Indonesia. Perubahan bisa cepat terjadi,” tutur Amiruddin.
Menurut dia situasi yang sudah terbuka ini tergantung bagaimana menyikapi dan memainkan peran. ”Nah apakah kita siap? Apakah kita mampu? Ruang itu sudah terbuka. Kenapa saya bisa sampaikan seperti itu. Karena sebagai seorang yang bekerja di bidang HAM cukup lama. Yang penting adalah kita itu optimis. Kalau orang seperti kita itu pesimis bagaimana dengan yang lainnya? Itu yang penting! ”tegas Amirrudin.
Jadi tegas dia, kedatangan Hina Jilani ke Indonesia termasuk Papua harus tetap menimbulkan rasa optimis. “Meskipun itu membutuhkan waktu yang panjang. Perubahan akan terjadi sedikit demi sedikit tetapi itulah kenyataan yang ada,” tambah Amirrudin.
Lebih lanjut dikatakan Amiruddin kedatangan utusan-utusan khusus Sekjen PBB ke Indonesia termasuk Hina Jilani tidak terlepas dari berubahnya posisi Indonesia di dunia internasional. “Indonesia telah menjadi anggota Dewan HAM di PBB mau tidak mau Indonesia tidak bisa berkelit dari prosedur-prosedur internasional. Ini yang saya yakin pasti ada perubahan. Bagaimana kita memanfaatkan ini secara baik. Tentu ada problem politik nasional dan ada problem politik local seperti di Papua. Itu dinamika dalam perjuangan seperti ini,” tutur dia. Namun Amirrudin menambahkan yang penting adalah frekuensi kedatangan utusan khusus Sekjen PBB ke Indonesia dan posisi Indonesia di Dewan HAM PBB. “Ya mau tidak mau harus menerima kenyataan baru ini. Dan ini momentum yang besar kalau kita mau merumuskan apa yang kita mau. Catatan saya untuk teman-teman di Papua jangan selalu melihat masalah itu gelap. Masih ada cahaya. Mari kita sama-sama melihat cahaya terang itu,” ujar Amirrudin. (Victor Mambor/Dominggus Mampioper)

%d blogger menyukai ini: