Wajah Baru dan Harapan Baru di KPU Provinsi Papua

Jangan Berpikiran Untuk Kepentingan Politik Praktis”

JUBI – Dari lima anggota KPU Provinsi Papua hanya Selviana Sanggenafa dan mantan Sekretaris KPU Provinsi Papua Sangaji yang boleh disebut wajah lama selebihnya muka muka baru. Tentunya akan dibarengi dengan semangat baru dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“KPU ini harus mengikuti rambu-rambu yang sudah ada, artinya udang-undang itu sudah ada. Yang pertama itu kami sampaikan kepada KPU, khususnya kepada Bapak ketua, Beny Suweni, kami menghimbau agar bersikap independen dan harus memperhatikan semua Parpol yang ada, agar dapat mengikuti verifikasi kedua ini dengan sama termasuk kepada partai-partai politik yang baru baik dari tingkat provinsi sampai kabupaten,”ujar Dance Tenoye salah seorang Ketua Partai Politik (Partai Indonesia Sejahtera) kepada Jubi belum lama ini.

Kinerja KPU ini sangat berat karena menghadapi komunitas masyarakat yang sangat berbeda , sehingga lanjut Dance KPU harus bijaksana dalam menghadapi masalah agar jangan sampai menimbulkan konflik atau masalah-masalah yang lain. “Karena pengalaman-pengalaman yang lalu, banyak kandidat yang kalah. Misalnya saja ada calon yang kalah mereka akan protes, dengan berbagai cara mereka tempuh sehingga ada konflik. Kedepan kami harap agar lebih baik lagi berdasarkan pengalaman-pengalaman yang ada dapat menjadi acuan supaya lebih baik lagi,”ujar Dande Tenoye.

Ditambahkannya, dalam verifikasi faktual bagi partai politik (Parpol) Kabupaten harus perhatikan dengan baik, karena Daerah Papua merupakan Daerah yang luas sehingga terkadang daerahnya sangat sulit untuk dijangkau. “Tidak mempersulit parpol yang nanti mengikuti verifikasi dan harus mempunyai pertimbangan dan solusi sperti itu. Maka dalam waktu-waktu singkat ini dapat berbenah diri agar dapat berkomunikasi secara baik dengan parpol di tingkat Kabupaten dan Propinsi,”tutur Dance.

Sementara itu Ribut Awak, mantan Ketua Senat Fakultas Keguruan, mengatakan, KPU khususnya Ketuanya Pak Suweni ada perbedaan-perbedaan. “Ketika dilihat dari apa yang di sampaikan oleh Pak Suweni, tidak berpikir untuk kepentingan diri sendiri. Pemikirannya untuk masyarakat umum tidak berpikir untuk kepentingan sukuisme atau keluarga,”ujar Awak.

Sebaliknya jika menyimak pengalaman KPU masa lalu menurut Ribut Awak hampir kebanyakan masih berpikiran untuk kepentingan politik praktis. “Contoh kasus waktu pemilihan Gubernur tahun 2006 lalu, itu ada kecolongan dalam pemilihan. Artinya banyak ketidakadilan dan perdebatan yang terjadi di tengah anggota KPU sampai beberapa kali perhitungan suara secara berulang-ulang,” ujar Ribut Awak.

Lanjut Ribuk Awak, pihaknya mengharapkan agar KPU periode ini lebih baik sesuai dengan komentar-komentar yang pernah disampaikan Pak Suweni, karena pemikirannya itu hampir secara umum berpihak kepada masyarakat. Apa yang disampaikan itu sesuai dengan kebutuhan rakyat.

“Orang baru itu mempunyai pemikiran yang sehat, karena kalau orang lama itu punya kepentingan banyak. Yang jelas ke depan itu Pak Suweni harus mengubah paradigma baru dalam kepengurusannya. Harus mengubah paradigma baru, karena bukan kita saja, tetapi ada anak cucu kita nanti. Jangan sampai banyak yang terlantar dan tidak melanjutkan pendidikan,”ujar Awak.

Dekan Fisip Uncen Jayapura, Drs Naffi Sanggenafa MA ketika di wanwancarai Jubi di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan kalau berbicara mengenai wajah baru pada KPU Provinsi saat ini. “ Berarti yang kita harus lihat adalah hasil kerja mereka yang optimal. Dari sekian banyak calon yang mencalonkan diri, tentunya banyak orang bahkan masyarakat memberikan kritik bahkan pertanyaan mengapa yang terseleksi di KPU Provinsi kebanyakan wajah-wajah baru. Memang wajah-wajah baru tetapi pemilihan yang dilakukan sudah optimal,”ujar Sanggenafa.

Memang menurut Sanggenafa meski pun wajah baru yang tampil atau muka baru tetapi mereka memiliki pengalaman-pengalaman yang baik dan punya kemampuan yang baik untuk bisa mempimpin. “Menurut saya mereka sebelum mencalonkan diri sebagai anggota KPU mereka sudah mempunyai pengalaman dari lembaga asal mereka,” ujar Sanggenafa.

Lebih lanjut tegas Sangenafa hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Anggota KPU baru saat ini adalah ; Pertama, melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara baik berdasarkan undang-udang atau hukum yang berlaku. Kedua, dengan penampilan mereka yang baru yang dinilai sebagai wajah baru di mana orang-orang muda ini harus banyak belajar dari anggota KPU yang lama dalam melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab mereka.

Kemudian tambah Sangenafa menyangkut dengan partai-partai baru yang banyak bertumbuh pada saat ini wajar saja, setiap partai mempunyai peluang, tetapi harus memperhatikan syarat-syarat yang berlaku yang diatur dalam undang-udang dasar sebagai landasan hukum. “Bisa saja dalam verifikasi tidak lolos, itu hal yang bisa terjadi dan harus di terima oleh partai-partai yang bersangkutan,” tegas Sanggenafa.

Harapan dari Sanggenafa yang juga mantan Ketua Seleksi KPU Provinsi Papua adalah sebagai berikut; Pertama, harus berpegang pada aturan yang berlaku, banyak belajar dari anggota lama, tetapi juga banyak bertanya karena banyak berhadapan dengan orang-orang yang berbeda-beda. Kedua harus berperan aktif dan memahami aspek kultural yang bervariasi di masyarakat dan perlu diperhatikan.

Ketiga, membangun kerja sama dan kebersamaan dengan masyarakat. Kemudian harapan kami terhadap Parpol yang ada agar dapat memperhatikan mekanisme dan aturan menurut tata aturan yang berlaku. Selain itu juga, harus berhati-hati dan mengerti hasil keputusan yang di keluarkan oleh KPU Provinsi.Ungkap Nafi Sanggenafa. (Musa Abubar)


About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: